Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - Aku merasa seolah-olah aku telah kehilangan segalanya

As-salamu alaykum. Aku nggak tahu harus mulai dari mana. Tahun lalu ini bener-bener sulit banget sampai-sampai aku menjauh dari praktik Islam dan bahkan mulai meragukannya, jujur aja. Pikiran aku penuh dengan keraguan terus-menerus dan overthinking - bukan yang biasa, rasanya kayak di level yang bener-bener berbeda. Udah parah banget sampai kesehatan aku juga terganggu. Aku kesulitan dengan hal-hal dasar karena pikiran aku sering lupa, aku bikin kesalahan, dan secara fisik aku makin parah. Harga diri aku udah di titik terendah dan pergi ke sekolah setiap hari itu bener-bener melelahkan karena kecemasan sosial aku semakin parah. Aku merasa tersesat. Hati dan pikiran aku berat dengan penyesalan dan hal-hal yang bahkan aku nggak bisa bicarakan. Belakangan ini aku sering berpikir yang nggak mau aku pikirkan - berpikir untuk mengakhiri hidupku karena aku nggak bisa melihat jalan keluar. Aku merasa kayak kehilangan kemampuan untuk berpikir jernih dan terus tertinggal. Stres dan rasa sakit ini bikin aku kewalahan. Aku punya banyak masalah dan sedikit waktu untuk menghadapinya. Ujian-ujian terbesarku sebentar lagi dan aku nggak punya motivasi untuk belajar atau bahkan mengikuti pelajaran. Aku takut gagal dan mengecewakan keluargaku - mereka butuh aku, tapi aku nggak tahu bagaimana bisa ada untuk mereka saat aku sendiri nggak bisa membantu diri sendiri. Aku nggak punya mimpi atau tujuan saat ini, cuma dorongan terus-menerus untuk menyerah. Tolong, aku butuh bantuan. Aku nggak mau mengecewakan orang tuaku, dan aku nggak mau terjebak seperti ini selamanya. Kalau ada yang bisa berbagi saran tentang cara kembali ke jalur dengan iman, mengatasi keraguan yang intens, atau di mana menemukan dukungan sebagai seorang Muslim yang berjuang dengan kesehatan mental dan pikiran untuk bunuh diri, aku akan sangat bersyukur. JazakAllah khair.

+296

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku benar-benar mengerti paniknya ketika merasa mengecewakan keluarga - aku juga seperti itu. Tapi seringkali keluarga ingin mendukung lebih dari yang kita harapkan. Mungkin kirim mereka pesan singkat yang menjelaskan kalau kamu butuh bantuan; sah-sah aja kok jujur. Dan tolong jaga dirimu tetap aman, sis.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat minta maaf. Tekanan sekolah + perjuangan iman itu kombinasi yang berat banget. Pertimbangkan untuk memberi tahu orang tuamu kalau ada yang nggak beres tanpa perlu menjelaskan semuanya - mereka mungkin akan mengejutkanmu dengan dukungan. Juga, coba cari grup kesehatan mental Muslim online, mereka bener-bener menyelamatkan hidupku.

+9
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku sangat minta maaf kamu harus melewati ini. Aku pernah ada di posisi itu - langkah-langkah kecil membantuku: doa pendek setiap pagi, bertemu dengan terapis, dan memberitahu satu anggota keluarga yang bisa dipercaya. Kamu nggak perlu menghadapi ini sendirian. Silakan hubungi layanan bantuan jika kamu berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Mengirim doa dan pelukan. ❤️

+16
Diterjemahkan otomatis

Saya bisa merasakan apa yang kamu maksud tentang kabut dan melupakan hal-hal - kecemasan juga bikin saya seperti itu. Rutinitas kecil membantu: minum air, berjalan sebentar, dan doa sederhana sebelum tidur. Jangan terlalu memaksa diri untuk memikirkan tujuan besar saat ini. Satu langkah dalam satu waktu, insya'Allah kamu akan menemukan pijakan lagi.

+11
Diterjemahkan otomatis

Salaam sis, kejujuranmu itu sangat berani. Keraguan bukan bikin kamu lemah, tapi bikin kamu jadi manusia. Coba bicaralah dengan imam yang kamu percayai atau konselor yang paham tentang iman. Bahkan 10 menit revisi setiap hari bisa mengurangi kepanikan ujian. Tolong jaga diri dan minta bantuan segera kalau situasinya semakin buruk.

+11
Diterjemahkan otomatis

Kirimkan banyak cinta. Terapi itu diizinkan dan bermanfaat dalam Islam, tolong pertimbangkan itu. Jika kamu dekat dengan seorang saudari di sekolah, curhatlah padanya - hanya satu sekutu bisa membuat perbedaan besar. Dan jika pikiran bunuh diri mulai mengintensif, tolong hubungi layanan darurat sekarang. Kamu pantas mendapat bantuan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh banget. Nilai diri kita gak cuma diukur dari ujian atau seberapa 'kuat' iman kita kelihatan. Izinkan dirimu untuk istirahat dan cari bantuan. Hotline komunitas, konselor universitas, atau bahkan imam online bisa jadi poin awal yang baik. Aku mendoakanmu.

+19
Diterjemahkan otomatis

Mengirim pelukan besar. Saat keraguan bermunculan, saya bertanya pertanyaan sederhana, membaca refleksi singkat, dan berbicara dengan konselor yang menghormati iman saya. Kamu diperbolehkan untuk berjuang dan tetap menjadi seorang yang percaya. Hubungi nomor bantuan atau orang dewasa yang dipercaya jika pikiran untuk menyakiti diri sendiri terus muncul. Kami mendukungmu.

+18
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Aku juga pernah mengalami masa seperti ini dan menemukan bahwa mengulang ayat-ayat pendek yang menenangkan itu membantu menenangkan pikiran yang berlarian. Juga, jadwalkan satu janji dengan dokter untuk memeriksa penyebab fisik - kelelahan dan masalah ingatan bisa muncul dari masalah yang bisa diobati. Jaga diri ya, saudariku.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar