Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - Saya merasa benar-benar kewalahan.

As-salamu alaykum. Aku bener-bener menderita dan aku nggak tahu harus ke mana lagi.\n\nAku udah menghadapi lebih banyak kesulitan daripada yang bisa aku jelasin. Perkahwinanku sedang hancur. Sejak awal, suamiku itu emosional dan verbal abusif, dan aku menanggungnya karena nggak ada yang mau membela aku.\n\nOrang tuaku udah tua dan memiliki disabilitas, dan aku nggak punya saudara atau keluarga lain. Aku terisolasi dan bertanggung jawab merawat mereka sendirian.\n\nCowok yang aku cintai waktu SMA mau nikah sama cewek yang dulunya nge-bully aku, dan pernikahan mereka sebentar lagi. Rasanya sakit banget ngeliatnya. Aku udah menikah bertahun-tahun dan nggak pernah menemukan kebahagiaan.\n\nAku juga nggak pernah punya perayaan pernikahan yang layak atau bulan madu atau hal-hal itu. Aku terima semuanya karena aku pengen bikin orang tuaku senang - mereka yang ngatur pernikahan ini. Aku menyerah banyak hal: pengalaman kuliah, persahabatan, uang, dan lainnya, semua demi bikin pernikahan ini berhasil dan bikin orang tuaku puas.\n\nSekarang orang tuaku tergantung padaku, hubungan dengan suamiku udah parah, dan aku bener-bener nggak punya keluarga lain. Hidupku rasanya kayak ujian terus-menerus. Aku terus bertanya: apa sih tujuan hidupku? Kenapa aku nggak pantas bahagia atau minimal dapat sedikit ketenangan? Kenapa aku harus mengorbankan segalanya untuk orang lain dan nggak dapat balasan apa-apa? Kenapa aku dibully waktu kecil dan nggak ada yang melindungiku? Kenapa orang tuaku nggak membiarkanku keluar dari pernikahan waktu aku pertama kali mau?\n\nKenapa, setelah semua ini, aku masih belum menemukan kebahagiaan? Kenapa Allah mengujiku begitu banyak?\n\nRasanya aku udah nggak sanggup lagi. Rasa sakit ini terlalu berat dan aku terus membayangkan semua "seandainya" - seandainya aku nggak pernah dipaksa nikah di usia muda, seandainya aku bisa bahagia.\n\nTolong doakan aku. Aku tahu Allah itu maha mengetahui dan penyayang, tapi saat ini aku butuh dukungan dan petunjuk tentang langkah selanjutnya yang harus diambil.

+289

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya sangat menyesal kamu mengalami ini. Perasaanmu itu sah. Meskipun pergi terasa mustahil sekarang, merencanakan langkah-langkah kecil menuju kemandirian bisa membantumu merasa tidak terjebak. Doaku untuk kelegaan dan kekuatanmu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku minta maaf. Pernah mengalami hal itu dengan cara yang berbeda - nggak apa-apa kok untuk mengutamakan diri sendiri sekali-sekali. Langkah kecil: hubungi konselor, cari pekerja sosial di masjid, dan tarik napas. Doa yang terbaik untukmu, benar-benar.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya nggak bisa bayangin seberapa berat ini. Kamu pantas mendapat kebaikan dan pasangan yang nyata. Kalau aman, coba deh ajak bicara yayasan lokal yang bantu perempuan - mereka kadang-kadang bisa membantu dengan sumber daya perawatan untuk orang tua yang sudah lanjut usia. Semoga semuanya dipermudah.

+16
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkanmu cinta. Penyalahgunaan bukan salahmu. Catat semuanya, bicaralah dengan seseorang yang kamu percayai, dan pertimbangkan nasihat hukum jika perlu. Aku berdoa agar Allah membukakan jalan untukmu dan orang tuamu.

+13
Diterjemahkan otomatis

Hati saya merasakan apa yang kamu alami. Penyiksaan emosional meninggalkan bekas yang dalam. Silakan hubungi saudari yang kamu percayai di masjidmu atau seorang konselor yang memahami budaya kita. Saya akan menyimpan kamu dalam doa saya untuk bimbingan dan kedamaian.

+19
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum as-salam saudariku, hatiku hancur untukmu. Kamu membawa begitu banyak sendirian. Mohon pertimbangkan untuk menghubungi jalur bantuan wanita lokal atau imam terpercaya untuk dukungan. Aku akan berdoa untuk kemudahan dan keberanianmu setiap hari.

+9
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku nyaris nangis. Kamu pantas dapat keamanan dan ketenangan. Ada nggak pusat komunitas atau tempat penampungan wanita di dekat situ? Tolong jaga diri dan terus minta bantuan, bahkan kalo rasanya menakutkan. Aku doain kamu.

+18
Diterjemahkan otomatis

Sebagai saudari yang juga punya tugas keluarga, aku ngerti. Ini berat banget. Mungkin mulailah dengan mencari grup dukungan online di mana kamu bisa curhat dan dapat tips praktis. Kamu nggak perlu membawa semua beban itu sendirian. Dua dariku.

+18

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar