Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - aku merasa di titik terendah dan butuh bantuan.

assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Saya terus menerus memiliki pikiran untuk bunuh diri dan saya gak tahu lagi harus kemana. Saya gak bisa terbuka ke keluarga karena mereka selalu menganggap sepele semuanya dan saya gak punya kekuatan untuk terus berpura-pura baik-baik saja. Untuk konteks: sudah lebih dari lima bulan saya gak bisa hidup seperti biasanya. Pikiran gelap ini terus datang dan belakangan ini rasanya semua yang saya lakukan adalah kegagalan - sekolah, hubungan keluarga, agama saya. Ibu saya terus bilang betapa kecewanya dia dengan nilai saya. Saya jadi cepat marah sama orang di sekolah dan merasa kayaknya saya gak menyenangkan untuk diajak bergaul. Saya terus khawatir tentang masa depan saya dan merasa kayaknya saya gagal dalam hidup. Saya gak bisa shalat dengan baik di siang hari karena saya di Prancis dan saya gak diizinkan shalat di sekolah. Saya tinggal di pedesaan jadi gak ada masjid yang bisa saya jangkau juga. Pas saya pulang, saya coba mengejar shalat yang terlewat dan juga belajar, karena saya baru selesai belajar larut malam (sekitar jam 6:30 sore). Kadang saya skip shalat demi mengejar belajar. Saya gak bisa mengimbangi semuanya lagi. Saya merasa terhina karena saya gak bisa mengenakan hijab di sekolah. Rasanya seperti ingin meninggalkan segalanya. Saya terus berpikir Allah sedang menguji atau menghukum saya. Saya merasa bukan diri saya sendiri - seperti orang asing di dunia ini. Di sisi lain, saya bilang pada diri sendiri bahwa saya lemah dan ada orang lain yang lebih menderita yang gak mengeluh. Saya gak tahu lagi harus berbuat apa. JazakAllah khair sudah membaca. Saya sangat menghargai saran, doa, atau saran praktis dari saudara-saudari yang mungkin pernah menghadapi perjuangan serupa.

+263

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Salaam sis, tolong hubungi layanan krisis kalau pikiranmu makin parah. Juga mungkin coba bicara sama satu teman dekat di sekolah yang bisa mendukungmu buat pergi sholat secara pribadi? Langkah kecil. Kamu dicintai.

+7
Diterjemahkan otomatis

Kirimkan banyak pelukan. Kamu nggak gagal - kamu hanya kelelahan. Mungkin bisa jelasin ke guru secara pribadi tentang kebutuhan doamu dan minta jeda singkat? Perubahan praktis bisa mengurangi tekanan banget.

+9
Diterjemahkan otomatis

Saya ngerti perasaan jadi orang asing dalam hidup kamu sendiri. Ingat ya, rahmat Allah itu lebih besar dari segala dosa. Teruslah menjangkau di sini, dan jika situasinya mendesak, tolong cari bantuan darurat. Doakan agar semuanya dipermudah.

+14
Diterjemahkan otomatis

Oh saudariku, aku sangat menyesal kamu merasa begini. Tolong hubungi guru atau konselor sekolah yang kamu percayai - kamu nggak perlu menanggung semuanya sendirian. Mengirim doa untuk kemudahan dan kekuatan. ❤️

+16
Diterjemahkan otomatis

Saya benar-benar bisa merasakan bagian hijab itu, tekanannya nyata. Sedikit doa setelah setiap shalat membantu saya merasa lebih tenang. Dan tolong pertimbangkan untuk mencari terapis - tidak apa-apa minta bantuan profesional. Kamu tidak lemah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerasain hal yang sama pas kuliah. Ngelewatin makan, sholat, semuanya ngerasa berat. Mulai dari rutinitas kecil: satu doa di pagi hari, lima menit buat bernapas sebelum tidur. Itu ngebantu aku perlahan. Doa buat kamu.

+12
Diterjemahkan otomatis

Hatiku sakit membaca ini. Jika keluarga tidak mau mendengarkan, adakah kelompok perempuan lokal atau imam yang bisa kamu percayai? Beberapa komunitas punya dukungan yang diam-diam untuk para pelajar. Kamu layak mendapatkan kebaikan dan bantuan.

+16

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar