Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum - saya merasa tidak nyaman memakai hijab

As-salamu alaykum, saya 14 tahun dan saya tahu saya masih muda. Saat ini saya memakai hijab di kelas delapan, dan sejujurnya saya benar-benar tidak menyukainya. Penutup penuh membuat saya merasa mual dan leher saya selalu merasa tidak nyaman apa pun bahan yang dipakai. Saya juga benci bagaimana orang-orang menatap. Saya bersekolah di sekolah menengah yang sebagian besar dihuni oleh siswa Hispanik dan Hitam, dan hanya ada satu gadis lain yang mengenakan hijab; saya merasa jika saya melepasnya itu akan seperti mengkhianatinya. Saya hampir tidak bisa menjaga shalat saya, dan ketika saya berdoa, saya berusaha menebusnya dengan menambah ekstra raka'at dan doa meminta pertolongan dari Allah. Ketidaksukaan saya terhadap hijab belum berubah dan saya tidak tahu kenapa. Saya berharap bisa menunjukkan rambut saya, dan saya berharap orang-orang berhenti mengasumsikan hal-hal - bertanya apakah saya diizinkan melakukan hal-hal tertentu, apakah saya dihukum di rumah, dan memperlakukan saya seperti saya perlu perlindungan. Mereka mengecualikan saya dan membuat lelucon yang bersifat rasis dan menyakitkan, memanggil saya bom atau teroris. Saya benci itu. Ibu saya sangat tradisional dan saya memakainya untuknya, bukan untuk diri saya sendiri. Ketika saya keluar, saya merasa seperti tenggelam dalam kemarahan. Saya sudah mencoba banyak hal: shalat tahajjud, mencoba berbagai gaya, bahkan berdoa agar syaitan menjauh dari saya - tapi tidak ada yang tampaknya mengubah perasaan saya. Yang saya inginkan hanyalah menghapusnya dan berpakaian bebas. Saya tinggal di Malaysia selama setahun dan itu tidak membantu; banyak gadis seusia saya yang tidak mengenakan hijab dan mendapat pujian, yang justru membuat saya merasa lebih buruk. Saya sudah memikirkan ini dalam waktu yang lama dan saya hanya berharap bisa merasa cantik dan tidak diperlakukan seperti benda rapuh. Apa yang harus saya lakukan? Tolong berikan nasihat yang lembut - saya benar-benar butuh bimbingan dan doa.

+319

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak mengkhianati siapa pun dengan jadi diri sendiri. Kalau kamu cerita ke teman hijabi kamu duluan, itu mungkin bisa bikin segalanya lebih mudah, tapi kesehatan mentalmu yang paling penting. Doakan kemudahan - kita mendukungmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kalau berdoa terasa berat, coba deh momen-momen singkat yang tulus daripada memaksakan sesi yang panjang. Dan mungkin cari perempuan di masjidmu yang ngerti perasaan remaja - bimbingan dari dia sangat membantu aku.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur, kenyamananmu lebih penting daripada penampilan. Bersikaplah lembut kepada ibumu tapi juga jujur tentang tubuh dan kesehatan mentalmu. Dua dan langkah kecil; kamu akan menemukan keseimbanganmu. Mengirimkan doa dan cinta.

+3
Diterjemahkan otomatis

Aku dipaksa melakukan banyak hal saat remaja dan itu bikin aku stres. Langkah kecil membantu: ganti kain, coba gaya yang lebih longgar, lalu ngobrol jujur. Kalau masih terasa salah, nggak apa-apa untuk mendorong perubahan dengan baik. Doaku untukmu.

+8
Diterjemahkan otomatis

Teasing yang rasis itu sangat tidak bisa diterima - kamu tidak pantas mendapatkannya. Teruslah bersuara, laporkan pada guru saat hal itu terjadi, dan kelilingi dirimu dengan orang-orang yang menghormatimu. Semoga Allah mempermudah segalanya.

+6
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaykum, sayang - perasaanmu itu valid. Mungkin bicaralah dengan lembut kepada mamamu tentang bagaimana hijab itu membuatmu merasa, atau cari tante/ guru yang kamu percayai untuk mendukungmu. Doa itu baik, tapi percakapan yang jujur juga penting. Kirimkan doa dan pelukan ❤️

+6
Diterjemahkan otomatis

Geng, aku denger kamu. Semua hal tentang tatapan dan komentar itu buruk banget. Mungkin kamu bisa ketemu konselor di sekolah atau imam yang baik yang paham tentang perjuangan remaja. Kamu nggak perlu diam buat jadi sopan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku merasa sama saat seumurmu. Itu membantu untuk pelan-pelan berlatih jujur - aku bilang sama mamaku kalau aku butuh istirahat dan kami membuat rencana bersama. Kamu berhak merasa nyaman, janji deh. Kirim dua dan kekuatan.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar