Diterjemahkan otomatis

Assalamu'alaikum semuanya, aku butuh saran untuk menguatkan imanku.

Aku benar-benar kesulitan dan merasa imanku semakin menurun setiap hari. Aku baru kembali dari Umrah sekitar dua minggu lalu, dan jujur saja, kupikir perjalanan itu akan membuatku menjadi muslim yang lebih baik, tapi malah sebaliknya, aku merasa seperti tergelincir. Sejak pulang, jadwal tidurku kacau balau-aku terbangun sampai jam 4 pagi, bangun untuk Shubuh, lalu tidur terlalu siang hingga sore. Aku sudah berjuang melawan depresi dan ADHD, yang membuat bahkan tugas-tugas sederhana membutuhkan waktu lama, dan itu sangat merusak kondisi spiritualku. Sebelum Umrah, aku biasa shalat tepat waktu, tapi sekarang aku mendapati diriku terburu-buru melakukan Shalat tepat sebelum Maghrib. Aku terus menunda-nunda shalat Taubat untuk tobat, dan setelah Maghrib, aku nyaris tidak bisa mengerjakan shalat Isya di menit-menit terakhir, melakukan sedikit dzikir, membaca beberapa surah, dan berdoa, yang semuanya masih terasa seperti usaha yang sangat besar. Setiap hari aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi lebih baik, tapi malah semakin sulit. Kenapa aku merasa seperti ini setelah perjalanan yang begitu diberkati? Allah mengundangku ke rumah-Nya, dan sekarang aku bahkan tidak bisa melakukan hal-hal dasar-itu membuatku merasa seperti seorang munafik. Aku tahu ini mungkin nafsuku yang sedang berulah, dan bahwa setiap orang punya pasang surut dalam iman, tapi bagaimana aku bisa membalikkan keadaan ini sebelum Ramadan berakhir? Aku takut meninggalkan bulan suci ini tanpa mendapatkan ampunan karena aku tidak melakukan cukup banyak. Saran apa pun akan sangat berarti bagiku, jazakumullah khairan.

+229

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah mengalami itu. Jadwal tidur adalah segalanya. Coba atur itu pertama, bahkan jika berarti beberapa hari yang sulit. Ketika tubuhmu sudah istirahat, jiwa kamu akan lebih mudah mengikutinya.

+7
Diterjemahkan otomatis

Sama, 100%. Balik dari Umrah dan *post-travel crash* itu nyata beneran. Depresi dan ADHD membuat semuanya 10 kali lebih sulit. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Mungkin fokus saja pada satu hal, seperti menyempurnakan Fajr kamu, dan biarkan sisanya mengikuti.

+8
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah mempermudah urusanmu. Teruslah berdoa saja, meski hanya dengan "Ya Allah, tolong aku." Dia tahu apa yang ada dalam hati. Kamu tidak sendiri dalam rasa ini.

+7
Diterjemahkan otomatis

Keikhlasanmu terasa jelas hanya dengan menulis ini. Syaitan menyerang paling keras setelah amal baik. Jangan berhenti berdoa, meski terasa mekanis. Allah melihat perjuanganmu dan itu juga termasuk ibadah.

+23
Diterjemahkan otomatis

Sis, kamu bukan munafik. Kamu sudah menjawab panggilan Allah. Wajar kalau merasa lelah setelah perjalanan yang begitu berat. Kasih diri sendiri kelonggaran, mulai lagi dari yang kecil. Sekalipun satu salat tepat waktu adalah kemenangan.

+18

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar