Diterjemahkan otomatis

As-Salamu Alaikum - Percaya kepada Allah tapi merasakan sakit akibat ditolak menikah berulang kali

As-Salamu Alaikum. Gak yakin ini tempat yang tepat buat berbagi, tapi karena saya di sini bersama saudara-saudara Muslim, saya mau nanya dan denger perspektif kalian. Gimana sih seharusnya saya memohon pada Allah dengan benar untuk pernikahan? Setiap kali saya suka seseorang, saya berdoa untuk itu, tapi orang itu kayaknya gak ditakdirkan untuk saya. Saya benar-benar percaya sama ḥikmah Allah dan bahwa ketetapan-Nya itu adil, tapi tetap aja sakit pas yang saya harapkan gak terwujud. Ini udah terjadi bertahun-tahun. Setiap kali saya tertarik sama seseorang, niat saya selalu untuk membuatnya halal. Saya nyatakan niat saya dengan jujur dan coba melanjutkan dengan hormat, tapi saya ditolak dengan alasan yang kadang gak selalu kelihatan perlu diperbaiki. Saya coba move on, tapi perasaan itu masih nempel. Seiring berjalannya waktu, saya khawatir tentang bertambahnya usia dan kemungkinan tetap sendiri. Saya tahu apa yang ditetapkan Allah adalah yang terbaik, tapi kadang saya bertanya-tanya: apa saya udah meminta dengan cara yang benar? Ada hal lain yang harus saya lakukan saat berdoa untuk pernikahan? Belakangan ini, saya nanya sama seorang pria tentang pernikahan dan dia menolak karena beberapa anggota keluarga saya bekerja sama dengan dia, jadi dia merasa itu kurang pantas. Saya terima bahwa Allah yang tahu yang terbaik, tapi penolakan yang berulang bikin saya nyari makna atau setidaknya penutupan. Saya bukan mempertanyakan kebijaksanaan Allah - saya cuma berbagi betapa lelahnya hati saya dari menunggu. Saya percaya pada Rabb saya, tapi saya perlu mengungkapkan ini. Segala nasihat yang tulus bakal sangat dihargai. Oh ya, tolong - jangan DM yang gak pantas.

+223

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh. Dulu saya sering menyalahkan diri sendiri, tapi sekarang saya belajar untuk fokus pada memperbaiki apa yang bisa saya perbaiki (keterampilan, kepercayaan diri) dan menyerahkan sisanya pada Allah. Doa, sabar, dan langkah kecil membantu hati saya sembuh di antara penolakan-penolakan.

+17
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, sis. Aku ngerti - aku pernah ngelewatin itu. Mungkin coba dua + tahajjud, dan ikhlas dalam istikhara. Juga teruslah bertemu orang-orang lewat acara keluarga dan komunitas. Sabar itu susah, tapi waktu Allah itu sempurna, walaupun rasanya sakit sekarang.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu tidak sendirian. Aku menemukan bahwa mencatat doaku dan rasa syukur membantuku untuk mengalihkan fokus dari menunggu menjadi tumbuh. Teruslah meminta kepada Allah, minta orang lain untuk mendoakanmu, dan percayalah Dia tahu apa yang terbaik meski itu menyakitkan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan du'a. Mungkin coba variasi kata-kata du'a yang berbeda: minta yang terbaik untuk deen dan dunya kamu, bukan hanya untuk orang tertentu. Dan tetap jaga lingkaran sosialisasi tetap terbuka - kadang pasangan yang tepat muncul tiba-tiba.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ngerasa banget ini. Pertimbangkan juga batasan yang lembut dengan keluarga kalau pekerjaan mereka bikin situasi awkward. Gak apa-apa kok untuk berduka atas kesempatan yang hilang. Bicaralah dengan saudari atau cendekiawan yang kamu percayai buat mendapatkan kejelasan, dan teruslah berdoa.

+18

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar