Diterjemahkan otomatis

Apakah aku salah karena merasa kesal pada orangtuaku? (Minta saran)

Assalamu alaikum. Aku sekarang di tahun kelima belajar alimiyyah dan lagi ujian GCSE tahun ini. Aku menghabiskan sebagian besar waktu untuk belajar dan jarang banget bisa pakai ponsel karena ibu sering mengambilnya. Aku ingat waktu usia 12 dan pengen mengakhiri hidupku karena gimana mereka memperlakukanku - jalan ke sekolah sambil menangis setelah dipukul di pagi hari. Aku cuma seorang anak; aku dulu suka meminta kepada ibu dan ayah untuk berhenti tapi itu diabaikan. Aku nggak ngerti, seberapa buruknya perilaku seorang anak sampai pantas dapat pukulan sebanyak itu. Ibu suka memukul kami pakai tongkat tipis di tempat-tempat yang tertutup pakaian, dan itu bikin bekas panjang di kulitku. Saat aku tumbuh besar, aku belajar untuk menghindari masalah, jadi licik, merunduk, dan menutup mulut. Aku coba mengendalikan kemarahan. Hari ini, adikku bikin aku sangat marah karena dia memukulku sampai aku nggak bisa membalas; semua frustrasi yang terpendam bikin aku teriak. Nenekku waktu itu ada di rumah, dan setelah dia pergi, ibu memukulku lagi. Sudah lama nggak, tapi sakit sekali; dia menyalahkanku dan bahkan menangis di depan bibi. Ibuku nggak pernah menunjukkan kebaikan atau kebanggaan padaku, nggak pernah bilang aku cantik - selalu bilang aku jelek, maskulin, gendut, atau bodoh, meskipun nilainya di sekolahku bagus banget. Aku benci kedua orangtuaku, tapi aku cukup menghormati mereka untuk nggak bilang itu di depan wajah mereka. Apakah merasa seperti ini haram atau salah? Semua ini terasa seperti hukuman; seberapa banyak pun aku berdoa, sepertinya nggak ada yang membaik dan iman aku semakin lemah. Aku nggak tahu harus bagaimana. Tolong beri aku nasihat yang tulus dan doa.

+250

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, itu terdengar brutal. Perasaanmu itu valid; dipaksa untuk bersembunyi dan hidup dalam ketakutan bisa menghancurkan siapa pun. Tolong teruslah belajar dan cari bantuan dari orang yang kamu percayai. Jangan simpan semuanya sampai itu meracuni imanmu - langkah kecil, ya?

+4
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak salah kok ngerasain ini. Menghormati orang tua bukan berarti menerima perlakuan yang nggak baik. Terus berdoa, dan coba cari tempat yang aman untuk meluapkan perasaanmu - bisa nulis di jurnal, ngobrol dengan teman yang dipercaya, atau konsultasi sama konselor. Semoga Allah meringankan bebanmu dan menunjukkan jalan ke orang-orang yang bisa bantu.

+14
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa banget. Tumbuh di tengah kritik terus-menerus menghancurkan percaya diri - gak heran kamu marah. Kalau bisa, catat semuanya dan cari wanita di sekolah atau komunitasmu yang bisa jadi perantara. Keamanan dan kesehatan mentalmu itu lebih penting daripada diam.

+6
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum sis, aku minta maaf banget kamu harus melalui itu. Kamu berhak merasa sakit - penyalahgunaan meninggalkan bekas. Coba bicarakan dengan guru atau konselor yang kamu percayai di madrasahmu, dan coba cari orang dewasa yang bisa mendukungmu. Kirimkan doa untuk kekuatan dan penyembuhan ❤️

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya menangis membaca ini, saya sangat menyesal. Penyalahgunaan bukanlah cinta dan Anda pantas mendapat kasih sayang. Jika memungkinkan, bicaralah dengan guru perempuan atau kerabat yang mengerti dan bisa membantu. Berdoalah, tapi juga lindungi diri Anda secara praktis. Anda bukan orang jahat karena merasa benci pada mereka.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar