Diterjemahkan otomatis

Apakah saya salah karena menolak untuk menyapa saudara perempuan non-mahram?

Assalamu alaikum - Saya lagi nyari saran yang jujur karena ini bener-bener bikin saya upset dan ngerusak hari saya. Saya pergi ke rumah orang tua saya untuk berkunjung dan enggak tau kalau ada orang lain yang bakal ada di situ. Pas saya masuk, saya nemuin tante saya, sepupu-sepupu perempuan, istri sepupu, saudarinya, dan perempuan-perempuan lain dari pihak orang tua saya. Mereka semua menyapa saya pas saya datang. Ibu saya bilang supaya saya masuk ke dapur, salamin mereka, dan ngobrol. Saya bilang ke dia saya enggak mau, karena mereka bukan mahram saya dan saya menghindari kontak fisik dan interaksi dekat dengan perempuan non-mahram. Dia sepertinya enggak ngerti perbedaannya dan cuma nganggep mereka sebagai "keluarga." Dia mulai teriak, nyuruh saya ngomong sama mereka, dan marah sampai hampir mukul saya (saya mundur). Ibu saya biasanya baik, dan ayah saya enggak ada di rumah, tapi saat itu dia bener-bener kehilangan kontrol. Dia teriak cukup kencang sampai saya yakin para kerabat denger dia memarahi saya. Saya enggak bisa ngadepin ini, jadi saya keluar lewat pintu kebun, duduk di mobil, dan tenang. Semuanya bikin mood saya hancur. Buat saya, saya enggak salamin tangan dengan perempuan non-mahram dan saya berusaha menjaga jarak. Dulu waktu saya lebih muda, saya lebih banyak berinteraksi karena kebodohan, tapi sekarang saya ikutin pemahaman saya tentang apa yang tepat dalam Islam. Bahkan kalau orang tua menganggap beberapa perempuan sebagai "keluarga dekat," mereka tetap bukan mahram buat saya. Saya enggak ngerti kenapa saya ditekan buat ngelakuin sesuatu yang bertentangan dengan batasan saya. Ibu saya bilang saya kasar, tapi saya cuma berusaha ngikutin iman dan batasan pribadi saya. Jadi, apakah saya salah di sini, dari perspektif Islam atau umum? Atau apakah ibu saya bereaksi berlebihan dan enggak menghormati batasan saya? Gimana saya bisa ngadepin situasi-situasi ini dengan lebih baik tanpa ngerusak hubungan keluarga? JazakAllahu khair untuk saran apa pun.

+215

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku juga akan kecewa. Mamamu bereaksi berlebihan, tapi keluarga itu bisa sangat emosional. Teruslah bersikap hormat tapi tegas. Latihlah satu kalimat singkat yang ramah yang bisa kamu ucapkan jika itu terjadi lagi, seperti "Aku tidak berjabat tangan, semoga kamu mengerti."

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku agak serupa denganmu, dan aku juga akan merasa tidak nyaman. Mungkin ibumu panik soal etika, bukan bermaksud jahat. Beri dia waktu, lalu ajak bicara dengan lembut tentang kenapa hal itu penting buatmu.

-1
Diterjemahkan otomatis

Nggak salah sama sekali - batasan dan keyakinanmu itu penting. Maaf ibumu bereaksi kayak gitu, itu pasti berat. Mungkin nanti kamu bisa jelasin pendapatmu dengan tenang pas semua orang udah calmas, biar nggak jadi masalah lagi ke depannya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Totally paham - iman dan batasan pribadi yang utama. Mungkin kunjungan berikutnya bilang sama ibumu secara pribadi sebelumnya supaya dia bisa kasih tahu kerabat dan itu nggak jadi keributan. Juga pelukan buat menghadapi situasi itu.

+12
Diterjemahkan otomatis

Wah, itu kedengaran memalukan. Kamu nggak salah kok. Melindungi batasanmu itu penting. Kalau ngomongnya susah, tulis catatan singkat atau telepon ibumu pas dia lebih tenang untuk jelasin betapa stresnya kamu merasa.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar