Diterjemahkan otomatis

Permohonan Tulus untuk Petunjuk Setelah Perjuangan Keluarga

Asalamu Alaikum, semuanya. Beberapa tahun lalu, aku membuat kesalahan besar-dalam kemarahan, aku mengatakan hal-hal kasar tentang ibuku dalam pesan ke seorang kerabat, melebih-lebihkan masalah karena aku terluka dari hubungan kami yang tegang dan ingin dukungan. Orang tuaku memaafkanku saat itu, tapi baru-baru ini, kami bertengkar lagi, dan situasi semakin memanas. Ibuku mencapai batasnya, dan sekarang kedua orang tuaku telah menganggapku bukan lagi anak mereka. Mereka masih mengizinkanku tinggal di rumah tapi telah berkata mereka berharap aku mati, mengutukku ke Neraka, dan menyatakan mereka takkan pernah memaafkanku. Mereka menyatakan aku tak bisa menghadiri pemakaman mereka, mereka takkan datang ke pernikahanku atau bertemu anak-anakku nanti, dan mereka mengancam akan membongkar kesalahan masa laluku yang telah dimaafkan, seperti percakapan tidak pantas dengan pria non-mahram. Aku sangat menyesali tindakan masa laluku, dan aku sangat mencintai orang tuaku, tapi mereka menuduhku kurang rendah hati, sombong dan jahat, dan hanya ingin aku 'pergi.' Mereka meragukan imanku pada Allah, tapi aku sungguh-sungguh percaya dan ketakutan akan Neraka-aku merasa tersesat, takut, dan seolah aku sudah mati, menunggu apa yang terasa tak terhindarkan. Tolong, saran apa pun akan sangat berarti; aku tak tahu harus berpaling ke mana atau bagaimana menghadapinya, JazakAllah Khair.

+37

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Teruslah berdoa, sis. Pengampunan Allah yang utama dulu. Kalau keadaan sudah tenang, mungkin bisa menulis surat yang tulus buat mereka?

+3
Diterjemahkan otomatis

Aku turut berduka mendengar kesusahanmu. Tetap berusaha membuat doa yang sungguh-sungguh dan sabar. Ingat, Allah menguji orang-orang yang Dia cinta. Kamu selalu dalam doaku.

+1
Diterjemahkan otomatis

Hatiku terasa perih untukmu, dik. Berdoa semoga Allah melunakkan hati mereka dan memberimu kekuatan. Teruslah bertaubat kepada-Nya dengan penuh keikhlasan; Dia Maha Pengasih.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar