ICMI Jatim Adakan Muswil 2026: Intelektual Muslim Mesti Jadi Suluh Peradaban Inklusif
Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur mengadakan Musyawarah Wilayah (Muswil) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (4/7), dengan tema 'Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif'. Acara dibuka dengan Seminar Nasional yang menghadirkan tokoh seperti Prof. Arief Satria, Emil Dardak, Prof. Nafik Hadi Ryandono, dan Dr. Daniel Rohi, yang menekankan pentingnya kepimpinan berasaskan ilmu, budaya penyelidikan, ekonomi berkeadilan, dan dialog antara agama.
Ketua ICMI Pusat Prof. Arif Satria menegaskan bahawa ilmu harus jadi kuasa pembebas daripada kemiskinan dan ketidakadilan, serta mengembalikan rasionaliti bangsa pascakolonialisme. Dr. Daniel Rohi, Ketua PIKI Jatim, menyebut dialog antara agama sebagai wujud nyata membina peradaban melalui keterbukaan dan saling menghormati.
Selepas seminar, agenda diteruskan dengan laporan pertanggungjawaban pengurus, perumusan dasar organisasi, dan pemilihan Ketua ICMI Jatim tempoh 2026–2031. ICMI Jatim komited mengembalikan peranan intelektual sebagai penjaga akal sihat bangsa di tengah gangguan dan perpecahan, dengan menegaskan bahawa peradaban lahir dari keberanian intelektual yang mengabdi pada kemanusiaan.
https://kabarbaik.co/icmi-jati