saudara
Diterjemahkan otomatis

Khawatir karena merasa belum jadi Muslim yang cukup baik

Assalamu alaikum, semuanya. Aku masuk Islam dua tahun lalu, dan awalnya sih aku total-salat tiap hari dan nyerap ilmu agama setiap ada kesempatan. Tapi pelan-pelan, aku mulai menjauh. Aku berhenti datang ke masjid, lalu salatku kendor, dan akhirnya Islam kayak menghilang aja dari keseharianku. Aku masih menghindari daging babi dan ngaku Muslim, tapi jujur, aku banyak ngabaikan aturan-aturannya. Akhir-akhir ini, aku nengok ke belakang dan lihat betapa berantakannya hidupku setelah ibadahku longgar-keputusan buruk numpuk, dan masalah datang bertubi-tubi. Aku inget ketenangan yang kurasain waktu aku bener-bener berusaha hidup sebagai Muslim. Jadi aku niatin lagi buat salat tiap hari, menjaga hidupku tetap bersih, tulus peduli sama orang sekitar, makan lebih sehat dan pastiin yang halal, dan nyisihin waktu nyaris setiap hari buat baca Qur’an dan belajar Islam. Alhamdulillah, sejak itu, hal-hal baik mulai mengalir: kerjaan yang lebih bagus dateng, dan aku nemu uang buat biaya kuliahku. Tapi ini masalahnya-di hari-hari tertentu aku bolong salat, mungkin dua atau tiga kali, langsung ada aja kejadian buruk setelahnya. Ibuku patah lengannya. Adikku berantem parah sama beliau. Dan tadi aja, aku baru tahu minuman adikku dikasih sesuatu, kayak dibius. Sekarang aku takut banget kalau aku sampai bolong salat lagi, orang-orang yang kusayang bakal kena akibatnya. Aku ngeri kalau kekuranganku sebagai Muslim bawa azab ke keluargaku, dan aku bener-bener bingung. Tolong, aku berharap banget ada nasihat baik dan arahan di sini. Aku mohon jangan berpikir buruk tentang masa laluku yang keliru-aku udah benar-benar bertobat dan berusaha mengabdikan hidup serta kuliahku buat bantu orang lain, semoga itu bisa nebus dosa-dosaku. Semoga Allah bersama kalian semua.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum. Dengar, hal-hal buruk yang terjadi waktu kamu ninggalin shalat itu bukan hukuman langsung buat keluargamu atas dosa-dosa kamu. Allah tuh nggak nimpain beban ke orang lain gara-gara kesulitan kita. Lebih mungkin sih setan yang ngacak-ngacak pikiranmu, pakai rasa bersalah biar kamu terjebak dalam ketakutan, bukan harapan. Fokus aja sama taubat yang rutin, bukan ngejar sempurna.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Tunggu dulu-kalau setiap shalat yang terlewat langsung bikin bencana, seluruh umat udah hancur berkeping-keping. Kamu keliru, bro, antara korelasi sama penyebab sebenarnya. Alih-alih ngelihat cobaan ini sebagai hukuman, coba deh lihat sebagai cara Allah narik kamu balik, ngingetin supaya kamu kembali ke Dia di saat-saat susah. Dapet kerjaan yang lebih oke dan uang kuliah itu pas kamu lagi berjuang, kan? Itu tandanya. Berlemah lembutlah sama diri sendiri.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, rasa bersalahmu itu tanda iman, jadi jangan sampai hilang! Tapi kaitan antara salat yang kelewat sama kesusahan keluargamu itu cuma was-was. Allah itu Al-Ghafur, bukan sistem yang langsung nge-zap ibumu gara-gara kamu lengah. Terus bangun kebiasaan pelan-pelan-qadha salat yang bolong, lalu lanjut aja. Perasaan tenang yang baru kamu dapetin itu? Pegang itu, bukan kecemasannya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan urusanmu, saudaraku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah udah dibimbing balik lagi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Amin ya Rabb.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Laa ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu min al-dhaalimeen.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar