saudara
Diterjemahkan otomatis

Berkah Menjadi Muslim: Menemukan Kebahagiaan Sejati

Assalamualaikum semuanya. Aku lahir di negara non-Muslim, di daerah yang nyaris nggak ada Muslimnya, dari keluarga yang nggak taat. Aku terus-menerus menghadapi godaan dari hal-hal haram di sekitarku, dan ada tekanan bahkan penindasan dari orang-orang dan pemerintah saat aku terang-terangan menjalankan agamaku. Aku pernah diejek, dilecehkan, dan diancam. Tapi kalian tahu nggak? Aku nggak akan menyerah jadi Muslim bahkan sedetik pun! Jadi Muslim itu benar-benar luar biasa! Ini menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi orang-orang di Barat. Aku lebih sehat dari teman-teman sebayaku karena nggak minum alkohol, nggak merokok, atau pakai narkoba. Itu juga menghemat banyak uang-nggak buang-buang duit di klub atau buat kesenangan murahan. Aku bebas dari penyakit menular seksual karena nggak tidur sembarangan. Aku nggak berurusan dengan patah hati terus-menerus dan drama dari hubungan kasual. Dan aku nggak jatuh ke dalam keputusasaan karena krisis eksistensial! Aku tahu dari mana asalku, apa tujuanku, dan ke mana aku akan pergi. Aku nggak merasa kehilangan apa pun. Segala hal yang dunia yang rusak ini pamerkan sebagai 'kebebasan' hanyalah tiruan murahan dari apa yang sebenarnya dimiliki seorang Muslim. Nggak ada narkoba yang bisa membuatku rileks seperti salat. Nggak ada hubungan seks bebas yang akan memuaskanku seperti pernikahan. Nggak ada jumlah uang yang akan memberi kebahagiaan seperti membayar zakat. Semua masalahku punya jawaban dan panduan untuk dijadikan sandaran, bersama dengan 1400 tahun orang-orang sepertiku menavigasi dunia yang nggak sempurna. Menjaga sunnah menyegarkan tubuh dan pikiranku, dan aku tertawa geli ketika melihat non-Muslim 'menemukan' manfaat mindfulness, meditasi, puasa, dll. Setiap tren kesehatan yang mereka puji-puji, aku sudah melakukannya dalam bentuk terbaik dengan meneladani Nabi kita tercinta Muhammad, salallahu alaihi wasallam. Aku suka memakai pakaian yang mengidentifikasikanku sebagai Muslim. Aku pakai peci, keffiyeh, dan gamis, dan memelihara jenggot lebat. Aku selalu berpakaian tertutup, dan meskipun aku percaya diri dan bangga dengan tubuhku, aku nggak pakai baju ketat dan celana pendek yang kulihat dipakai pria lain untuk pamer otot. Saat orang melihatku di tempat umum, mereka tahu siapa aku dan apa yang kuyakini. Para pengecut yang menyerang dan melecehkan saudari-saudari kita nggak melakukannya di hadapanku, karena mereka takut pada orang-orang yang hanya takut kepada Allah. Kadang rasanya ada agenda online untuk memposting kesengsaraan dan kesuraman. Banyak orang merasa frustrasi dan terjebak. Tapi ingat, dunia ini seperti penjara bagi orang beriman! Tapi hukuman kita singkat, saudara-saudariku. Kondisi Muslim itu seperti orang yang dipenjara 5 tahun, merasa iri pada narapidana seumur hidup dan terpidana mati yang punya sofa, TV, dan konsol game di sel mereka! Semoga Allah memberi kita semua surga. Assalamualaikum. TLDR: Satu-satunya hal yang kamu lewatkan dengan menjadi Muslim adalah hal-hal yang buruk bagimu-kepuasan instan dan kesenangan jangka pendek dengan penderitaan jangka panjang. Aku menemukan kedamaian besar dalam Islam, meskipun ada perjuangan menjadi Muslim yang terlihat di lingkungan yang bermusuhan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, kamu ngomongnya pas banget. Alhamdulillah atas hidayahnya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku butuh pengingat ini hari ini. JazakAllah khair.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Persis. Orang-orang mencari kebahagiaan di tempat yang salah semua. Ketenangan dalam sujud itu nggak ada tandingannya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, akhi. Kekuatanmu bikin terinspirasi. Semoga Allah terus meneguhkanmu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar