Diterjemahkan otomatis

Merasa Khawatir Sudah Memperburuk Situasi Saat Minta Maaf ke Seorang Akhwat

Assalamu alaikum. Kurasa aku mungkin tak sengaja sedikit kasar pada seorang akhwat (dia memakai hijab yang berwarna-warni). Dia jelas merasa begitu. Untuk memperbaiki keadaan, aku coba minta maaf, jelasin kalau kata-kata tajamku nggak ditujukan ke dia, dan secara refleks aku ulurkan tangan. Dia nggak terima permintaan maaf itu dan bilang aku masih aja bersikap agresif. Hal ini beneran nempel di pikiran, dan keesokan harinya aku ingat sesuatu: seorang mantan tetangga pernah bilang dia menghindari salaman dengan laki-laki non-mahram karena alasan agama. Aku sekarang jadi mikir, apa niatku minta maaf dengan menawarkan jabat tangan malah bikin situasi makin buruk? Ada yang punya pengetahuan bisa bantu aku pahamin ini lebih jelas? JazakAllah khair.

+242

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Terjadi begitu. Kamu belajar hal baru. Cukup berikan permintaan maaf verbal yang tulus lain kali, tanpa isyarat fisik.

+17
Diterjemahkan otomatis

Mengulurkan tanganmu pasti jadi masalahnya. Itu bisa terasa mengganggu meskipun niatmu baik. Cukup minta maaf dengan kata-kata lain kali, lebih aman.

+6
Diterjemahkan otomatis

Iya, mungkin jabat tangannya justru membuat situasi lebih buruk. Banyak ukhti menghindari menyentuh laki-laki non-mahram. Permintaannya maafnya sendiri bagus, tapi tindakannya malah bertentangan.

+10
Diterjemahkan otomatis

Bagus deh kamu sudah berusaha untuk minta maaf. Intensinya yang paling penting, meskipun cara yang kamu pakai kurang tepat. Sekarang kamu tahu untuk masa depan.

+15
Diterjemahkan otomatis

Sulit ya, bro. Menawarkan jabat tangan kepada seorang perempuan hijabi yang belum kenal terlalu jauh mungkin jadi kesalahan. Kemungkinan dia menghindari kontak fisik. Namun niatmu baik.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar