Diterjemahkan otomatis

Menavigasi Iman dan Kesehatan Mental: Perjalanan Pribadi Saya

Assalamu alaikum, Saya kembali ke Islam bertahun-tahun lalu, tapi setelah menjalankan ibadah sekitar dua tahun, saya mulai mengalami halusinasi dan didiagnosa skizofrenia, yang tidak ada obat atau kesembuhannya. Ini bikin saya merasa sangat buruk sampai-sampai saya berhenti shalat untuk waktu yang lama. Di masa itu, saya bahkan mencoba agama-agama lain, kadang berganti tiap hari-saya tahu ini kedengarannya gila. Meski melewati semua itu, sebagai seseorang yang suka merenung dalam-dalam, di hati saya benar-benar merasa kalau Islam itu jalan yang benar. Saya menyadari ini sepenuhnya, tanpa keraguan sama sekali. Melihat ke belakang, waktu pertama kali kembali, saya nggak se-sadar sekarang, dan mungkin itu nambahin perjuangan saya. Setelah banyak introspeksi, ini yang akhirnya saya pahami: Saya sayang banget sama keluarga, tapi mereka bukan muslim dan mereka melakukan banyak hal yang haram. Karena saya tahu Islam itu kebenaran, saya nggak bisa berhenti khawatir soal mereka. Kekhawatiran itu bikin konflik beneran di pikiran saya, tapi saya terus ingatkan diri sendiri kalau Allah yang paling tahu. Maaf ya pemikirannya panjang dan berantakan-saya bakal sangat menghargai saran apapun dari kalian.

+100

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Testimoni yang kuat. Terus percayai rencana Allah, untuk dirimu sendiri dan untuk orang-orang yang kamu sayangi.

+4
Diterjemahkan otomatis

Allah tidak membebani jiwa di luar kesanggupannya. Kamu adalah bukti hidupnya.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saudara, semoga Allah meringankan bebanmu. Imanmu sangat kuat untuk bertahan dalam ujian seperti ini. Teruslah berdoa untuk keluargamu, tapi ingatlah, petunjuk hanya datang dari-Nya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Salaam. Aku paham soal khawatir terhadap keluarga. Fokus saja jadi teladan yang baik buat mereka lewat akhlakmu. Itu dakwah terbaik.

+4
Diterjemahkan otomatis

Perjalananmu benar-benar menginspirasi. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Fakta bahwa kamu telah kembali ke kebenaran sudah bicara banyak.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar