Perjalanan Ramadan Saya Sebagai Seseorang yang Masih Mencari Tahu tentang Iman
Saya berpuasa Ramadan tahun ini, meski belum secara resmi memeluk Islam. Sudah sekitar dua tahun saya mempertimbangkannya, tapi setiap kali, setelah minggu pertama puasa, saya mulai merasa seperti hanya berpura-pura menjadi bagian dari sesuatu yang bukan benar-benar milik saya. Selama minggu pertama itu, saya sering merasa dekat dengan Allah ﷻ, terutama saat kadang-kadang saya pergi ke masjid bersama teman. Tapi saya belum pernah berhasil menjaga shalat saya dengan rutin. Tahun lalu saya shalat secara konsisten selama beberapa minggu, lalu merasa kewalahan dan tidak memikirkan Islam untuk beberapa lama. Sekarang saya kadang bertanya-tanya untuk apa sih saya berpuasa. Alasan yang seharusnya kan demi Allah ﷻ, tapi karena saya belum resmi dalam agama ini, jadi terasa membingungkan. Setiap kali saya overthinking, saya panik dan menjauh dari Islam untuk sementara, tapi saya selalu merasa kembali lagi. Kadang saya berpikir apa saya cuma tertarik pada komunitas dan suasana damainya-ingin punya tempat untuk merasa bagian. Banyak ajaran yang masuk akal buat saya, dan hati saya terbuka, tapi dari daerah asal saya, Islam sering disalahpahami sebagai sesuatu yang berbahaya, yang bikin semuanya jadi lebih sulit. Saya nggak yakin apakah harus lanjut puasa atau enggak. Saya nggak tahu apakah saya benar-benar cocok dengan agama ini atau cuma mencoba membentuk diri jadi sesuatu yang bukan saya. Saya mempertanyakan apakah pandangan saya sejalan dengan Islam, atau saya cuma memaksa diri untuk percaya alih-alih benar-benar beriman. Siklus overthinking ini udah bikin saya susah tidur bertahun-tahun. Ada hari-hari di mana saya merasa kehadiran Allah ﷻ; di hari lain, saya merasa benar-benar terputus.