Kenapa Kita Tidak Benar-Benar Mengikuti Ajaran Indah Nabi (SAW) Ini?
Assalamu'alaikum, teman-teman. Nabi (SAW) mengajarkan kita: *tidak sempurna iman seorang dari kalian sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.* Hadis emas ini ada di Bukhari, Muslim, dan kumpulan Imam Nawawi – semangatnya sama, cuma redaksinya sedikit beda. Beliau juga mengingatkan bahwa setiap Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya; kita nggak boleh saling menzalimi atau membiarkan seorang saudara ditindas. Dan siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, Allah akan membantunya sebagai balasannya (Bukhari 2442, Muslim 2580). Nah, ini yang bikin saya heran: kalau kita semua bersaudara dalam Islam, dan iman kita bergantung pada keinginan yang terbaik buat sesama, kenapa banyak Muslim – bahkan orang biasa, bukan cuma pemimpin yang haus kekuasaan – menentang Kurdistan yang merdeka? Maksud saya, tanah di mana mereka bisa hidup di bawah syariah, di negara Islam mereka sendiri, di tanah mereka sendiri. Bukankah kita harusnya yang pertama mendukung itu? Jadi bertanya-tanya, kalau kita nggak ikut senang dengan kebaikan buat mereka, sesempurna apa iman kita? Cuma buat direnungkan. Semoga Allah membimbing kita semua untuk benar-benar saling mencintai.