saudara
Diterjemahkan otomatis

Kenapa beberapa ulama menganggap buku-buku tentang shalawat tertentu bermasalah?

Assalamu alaikum, saya lihat beberapa orang online bilang kalau buku seperti Dalā'il al-Khayrāt dan Bashā'ir al-Khayrāt itu syirik atau bid'ah, dan saya coba ngerti kenapa. Dari yang saya tangkap, Dalā'il al-Khayrāt karya Al-Jazuli (rahimahullah) itu intinya kumpulan shalawat buat Nabi ﷺ, dan Bashā'ir al-Khayrāt itu dari Syekh Abdul Qadir Jilani (rahimahullah). Kok bisa sih kirim shalawat ke Nabi itu salah? Apa karena redaksi-redaksi khusus ini nggak ada persis di Sunnah? Terus gimana dengan shalawat terkenal lainnya kayak Badriyyah atau Burdah? Saya penasaran apakah masalahnya di bukunya sendiri, sebagian isinya, atau mungkin cara orang menyalahgunakannya? Kalau ada yang punya wawasan dari ulama, saya pengen denger pandangan-pandangan yang beda. Jazakumullah khair.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Di kalangan deobandi kami, katanya yang jadi masalah tuh kalau orang mulai percaya kitabnya sendiri punya kekuatan khusus atau dibaca dengan niat yang berlebihan. Tapi selain itu, kirim salawat ya selalu baik.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dari yang gue baca, masalahnya bukan di kirim salawatnya sih, tapi beberapa frasa tertentu kayak 'Ya Nabi' yang bisa nyerempet ke istighatha. Para ulama itu hati-hati kalau redaksinya nunjukin minta langsung ke Nabi, bukan ke Allah. Konteks itu penting banget.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, meskipun kata-katanya bukan sunnah, perintah umumnya tetaplah mengirimkan shalawat yang banyak. Selama tidak ada unsur syirik yang jelas, itu termasuk bid'ah hasanah. Tapi sebagian mashaikh menyarankan untuk tetap pada yang sudah ada saja biar aman.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar