saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana Seorang Muslim Menyeimbangkan Sabar dan Hak untuk Membela Diri?

Aku nggak terlalu sering pakai media sosial, tapi kayak banyak orang, kadang-kadang aku malah scroll-scroll feed dan lihat hal-hal yang bikin kesel. Akhir-akhir ini, aku terus lihat video dan cerita tentang Muslim yang disakiti secara verbal dan fisik di berbagai tempat di dunia. Aku udah tinggal di Inggris sejak 2019, dan aku jadi cukup khawatir sama makin terlihatnya omongan rasis dan anti-Muslim. Seringkali kayaknya pihak berwenang lambat merespons, beberapa media nggak meliput insiden ini dengan benar, bahkan Muslim yang berkecukupan pun jarang banget pakai posisi mereka buat mendukung Muslim biasa yang kena perlakuan kasar. Yang paling bikin aku gregetan itu nonton video di mana seorang Muslim diserang dan kayaknya nggak tahu cara membela diri. Terus komentarnya biasanya antara nyoraki penyerang atau cuma nyuruh korban buat *sabar*. Ini bikin aku mikir: apa Allah dan Nabi kita yang tercinta ngajarin kita untuk sekadar sabar pas disakiti, atau Islam membolehkan kita buat lindungin diri sendiri? Aku tahu *sabar* itu pahalanya besar, tapi apa itu artinya kita nggak boleh sama sekali membela diri atau keluarga kita? Apa kita memang harus terima setiap hinaan dan serangan cuma gara-gara kita Muslim, dan nunggu keadilan di Akhirat? Menurutku, aku pengen keluargaku bisa keluar tanpa rasa takut. Kalau mereka sampai ngalamin pelecehan verbal atau fisik, aku mau mereka tahu cara menjaga diri, dan melakukannya dengan cara yang sesuai hukum. Aku nggak mau kita campuradukkan antara sabar dan diam aja. Aku bener-bener ngerasa Muslim harus lebih berusaha ikut kelas bela diri, jaga kebugaran, dan bangun kepercayaan diri-bukan buat cari masalah, tapi buat jaga diri sendiri, keluarga, dan orang lain kalau mereka bener-bener nggak punya pilihan lain. Dan buat pihak berwenang atau penegak hukum yang mungkin baca ini: mempromosikan bela diri yang sesuai hukum itu bukan salah. Belajar buat menjaga diri dan keluarga sesuai hukum itu sepenuhnya adil. Kalau orang nggak dilindungi dengan layak pas mereka jadi sasaran karena ras atau agama mereka, itu kegagalan besar yang perlu diperhatiin.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Setuju banget. Sabar itu memang diganjar pahala, tapi kita juga diperintah buat menolak keburukan. Nabi pernah bilang: 'Tolonglah saudaramu, entah dia si penindas atau yang ditindas.' Kita butuh kebugaran dan kemampuan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini ngena banget. Gue ngajarin anak-anak dua-duanya: sabar dalam cobaan sehari-hari tapi juga tahu cara bela diri. Sabr sama kekuatan. Itu ada di deen kita.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar