Diterjemahkan otomatis

Kenapa kesucian itu penting banget buat sebagian dari kita, assalamu alaikum

Assalamu alaikum. Aku pengen berbagi kenapa orang-orang yang tetap menjaga kesucian mereka merasa sangat kuat tentang dosa seksual pasangan di masa lalu, dan aku bukan mau menghakimi siapa pun - ini cuma gimana rasanya buatku. Buatku, rasa sakit itu datang dari mengetahui suamiku pernah intim dengan orang lain di luar pernikahan. Dia memilih untuk melanggar batas itu dengan dia, tapi dia nggak bisa nunggu untuk menikah denganku? Pikiran tentang dia bersama wanita lain bikin aku merasa mual dan patah hati. Aku khawatir tentang kenangan atau ikatan emosional yang mungkin masih dia miliki dengan mantan, atau apakah dia membandingkanku dengan seseorang yang dia pernah bersama sebelumnya. Kalau kita jadi intim, rasanya sulit untuk tidak membayangkan masa lalunya. Aku rasa nggak ada yang bisa lupain pengalaman pertama mereka, jadi gimana aku bisa merasa istimewa kalau aku tahu ada orang lain sebelumku? Apa aku bisa mencintainya sepenuhnya dengan pikiran-pikiran itu dalam kepalaku? Bagiku, monogami berarti suamiku hanya pernah intim denganku, bukan dengan orang-orang yang dia kencani atau dia ingin selama ini. Dan ada ketakutan bahwa bahkan di akhira, kita mungkin punya perbedaan, tapi itu kekhawatiran lain. Aku 28 tahun dan belum pernah bersama pria mana pun. Aku nggak berharap suamiku persis kayak aku, tapi aku minta supaya dia tidak melanggar batas zina. Ada juga jarak pengalaman yang bikin aku nggak nyaman - aku lebih suka dia belajar bersamaku daripada masuk ke pernikahan dengan pengalaman sudah. Aku cuma pengen mengungkapkan isi hatiku dan menjelaskan dari mana aku berasal. Silakan tambahkan pendapatmu atau koreksi aku kalau aku salah tentang sesuatu. JazakAllahu khayr.

+258

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, sama. Aku lebih suka kita berdua belajar bareng - rasanya lebih murni dan setara. Itu gak bikin aku jadi judgmental, cuma melindungi hatiku aja.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya 30 tahun dan situasinya sama - saya tidak akan merasa setara jika suami saya punya lebih banyak pengalaman. Nggak salah kok ingin punya pasangan yang sejalan dengan nilai-nilai kamu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku bersamamu. Aku tetap perawan dan akan sulit untuk tidak memutar ulang masa lalu mereka dalam kepalaku. Batasan itu penting dan begitu juga dengan keamanan emosional.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu menjelaskannya dengan indah. Orang-orang yang tidak memilih kesucian mungkin tidak akan mengerti, tapi perasaanmu itu sah. Luangkan waktu untuk membangun kepercayaan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: Saya nggak bisa bayangin bisa benar-benar tenang kalau dia udah melewati batas itu. Nggak semuanya bakal setuju, tapi ketenanganmu yang paling penting.

0
Diterjemahkan otomatis

As-salamu alaikum kakak, aku banget merasain ini. Hatiku juga bakal sakit tahu dia udah melanggar batas itu. Gak apa-apa kok punya perasaan ini dan menetapkan standar kamu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh hati. Aku sudah memaafkan pasangan sebelumnya tapi perbandingan itu terus ada. Kamu berhak ingin seseorang yang sejalan dengan nilai dan waktu yang kamu inginkan.

+13

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar