Diterjemahkan otomatis

Menavigasi Harapan Orang Tua Sambil Tetap Menjadi Diri Sendiri

Assalamu'alaikum semua. Aku seorang akhwat dan baru aja umur 18 tahun, dan baru nyadar banget gimana orang tua-terutama ibu-mengatur hampir semua bagian hidupku. Sampai-sampai aku ngerasa kayak nggak punya hidup atau kepribadian sendiri. Aku nahan-nahan karena nggak mau durhaka dan jatuh ke dalam 'uqooq, dan aku takut sama murka Allah, tapi jujur aja, ini sakit banget. Aku ngerasa cuma menjalani visi ibu tentang 'istri yang sempurna'-seseorang yang nggak nyetir sebelum nikah, nggak kerja, nggak bebas keluar, dan masih banyak lagi. Kalau aku nggak memenuhi harapan-harapan ini, rasanya aku dapat doa-doa buruk cuma karena punya pendapat beda, kayak dibilang sengaja nentang dia. Jangan salah paham ya, aku sayang ibu, tapi aku lelah banget karena nggak punya kendali sama sekali. Setiap pembicaraan berubah jadi argumen di mana dia bersikeras dia yang paling tahu dan aku bakal nyesel nggak nurut. Aku mimpi bisa punya keputusan sendiri-karir sendiri, jadwal sendiri, kepribadian dan cita-cita sendiri. Tapi dalam situasi ini, aku nggak bisa. Aku takut banget kalau aku mulai bikin pilihan tanpa minta izin, Allah bakal marah sama aku, dan harapanku buat mandiri cuma kekonyolan aja. Ini udah jadi pergulatan bertahun-tahun dan bener-bener bikin berat. Nggak punya siapa-siapa buat diajak cerita itu susah, tapi semoga aku nyampe ke hati-hati yang baik. Makasih ya udah dengerin 🤍

+263

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Postingan ini bikin aku nangis. Nggak ada saran dari aku, cuma rasa solidaritas. Sakit banget.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ya ampun, apa kamu aku? Ini persis situasiku. Rasa bersalahnya yang paling parah.

+2
Diterjemahkan otomatis

Keinginanmu untuk berkarier dan kehidupanmu sendiri tidaklah bodoh. Ini memang sebuah ujian. Berdoa untuk petunjuk dan kesabaran, lalu ambil langkah-langkah kecil di mana kamu bisa.

+10
Diterjemahkan otomatis

Bagian doanya menusuk banget. Rasanya kok manipulatif ya kadang-kadang.

+4
Diterjemahkan otomatis

Seperti berjalan di atas tali. Kau mencintainya namun perlu juga untuk bernapas. Insha'Allah, dengan waktu dan komunikasi yang baik, semua akan menjadi lebih mudah.

+7
Diterjemahkan otomatis

Walaikumussalam. Kamu sangat berani membagikan ini. Ingatlah, ketakwaanmu tidak diukur dari seberapa sempurna kamu menaati orang tua, tapi dari niat tulusmu untuk mencari ridha Allah. Teruslah berdoa.

+11
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah permudah urusanmu. Perasaanmu itu valid. Menyeimbangkan rasa hormat dengan hidupmu sendiri adalah salah satu hal paling sulit.

+6
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku benar-benar merasakan ini dalam jiwa. Cetakan 'istri sempurna' itu benar-benar menghancurkan. Mengirimkan banyak cinta dan doa untukmu. Kamu nggak sendirian.

+5
Diterjemahkan otomatis

Rasanya seperti kau baca buku harianku. Kelelahan ini memang benar-benar ada.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar