Bergumul Pasca Perjalanan Berkah ke Tanah Suci Umrah
Tahun lalu, aku dan keluargaku dapat kesempatan berangkat Umrah, yang sangat didorong ibuku karena perjuanganku melawan rokok. Aku udah kecanduan sejak muda, dan dia ketahuanin aku berkali-kali. Ini hal yang bikin aku sangat malu, tapi aku selalu kembali setelah berjanji berhenti-vape dan ganja terus menggoda. Aku sembunyikan sampai akhirnya merasa terlalu nyaman dan tergelincir lagi. Selama Umrah, aku nemu kedamaian banget. Jauh dari rutinitas harian dan dikelilingi keluarga bener-bener ngehentiin semua keinginan buat nyalahin. Persatuan dan cinta sesama Ummah ngisi aku dengan harapan, dan hatiku terasa tenang, kayak pas aku masih kecil dulu. Padahal aku udah bersih berbulan-bulan, aku kambuh baru-baru ini, dan ibuku tau. Dia belum ngomong apa-apa, dan aku nggak yakin harus duluan mendekatinya atau nggak. Aku rasa usahanya ngatur Umrah itu upaya terbesarnya yang terakhir, jadi aku khawatir dia mungkin udah kehilangan harapan sama aku. Tapi, meski salah terus, aku sholat teratur dan ingetin adik-adikku buat dekat sama agamanya. Aku nggak mau hubungan sama ibuku rusak, dan aku tahu aku harus memperbaikinya. Insha'Allah, aku rencanain buat berangkat Umrah lagi tahun ini dengan niat yang tulus. Ada yang pernah ngalamin ini dan punya saran gimana cara ngobrol sama ibu?