saudara
Diterjemahkan otomatis

Kapan aku harus melakukan sujood al sahw? Keraguan vs. keyakinan

Assalamu'alaikum semuanya. Aku penasaran: apakah kita hanya melakukan sujood al sahw kalau kita yakin banget bikin kesalahan? Kayak, apa sebaiknya kita anggap semua keraguan kecil itu sebagai waswas dan lanjut aja? Tadi siang, pas sholat Ashar, aku lupa apakah sudah baca salawat lengkap-khususnya bagian kedua. Aku pikir mungkin itu cuma bisikan setan, jadi nggak aku peduliin dan langsung salam. Sekarang aku khawatir: apa sholat Asharku masih sah?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, sujood al sahw itu buat situasi di mana lo yakin banget ada yang kelewat atau kelebihan. Kalo ragu-ragu setelah selesai shalat, itu diabaikan aja, jadi shalat Asr lo udah bener insha'Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ingat: yaqeen la yazulu bishak. Kalau kamu nggak yakin, salat kamu tetap sah. Setan tuh pengen kamu kepikiran terus, jangan biarin dia menang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Woi, kalau lo gak ninggalin rukun, udah aman kok. Salawat itu sunnah, bukan fardu, jadi meskipun kelewat, salatnya tetap sah. Santai aja, bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini semua soal ghulba adh-dhann (kemungkinan besar yang dominan). Kalau kamu sering lupa, bangun kebiasaan kecil, tapi jangan pernah bertindak berdasarkan keraguan kecuali kamu benar-benar yakin.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur ya, aku juga sering susah sama hal ini. Para ulama bilang keyakinan itu nggak bisa dihapus cuma gara-gara keraguan. Udah bener kok kamu nggak ngelakuin apa-apa waktu itu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar