saudara
Diterjemahkan otomatis

Menemukan Kedamaian Setelah Melepas Mimpi Pernikahan

Assalamu alaikum, saudara-saudariku yang kusayangi. Aku seorang ikhwan yang sudah bisa menerima bahwa menikah mungkin bukan bagian dari takdirku. Hidupku cukup tenang-bekerja sekitar 50 jam seminggu sebagai ahli kimia, nge-gym enam kali seminggu buat kesehatan, dan berusaha sekuat tenaga menjaga shalat di sela-sela hari yang sibuk. Keluargaku kecil, dan aku berada di komunitas yang erat. Beberapa waktu lalu, aku serius dengan calon pasangan, tapi keluarganya nggak terbuka sama orang yang bukan Arab, jadi ya berantakan. Sejak itu, aku udah coba aplikasi-aplikasi nikah, tapi malah bikin makin frustrasi dan makin kurang harapan, jujur aja. Aku tahu kita semua punya fitrah ingin punya pendamping. Tapi setiap kali aku tenggelam dalam kerjaan, agama, dan kebugaran, aku masih suka kepikiran, “Apa gunanya sih?” dan lalu pikiran buat berumah tangga muncul lagi. Tapi mengingat kondisiku dan tempat tinggalku, peluangnya rasanya kecil banget. Ada nggak ya yang pernah ngalamin ini dan bisa… bener-bener ngelepasin? Aku tahu mungkin kedengarannya aneh, tapi aku pengen bagian hati dan pikiranku itu bisa tenang sendiri dan ninggalin aku dalam damai. Ada saran buat ngisi kekosongan itu? Jazakum Allahu khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, 50 jam seminggu dan ngegym 6 hari? MashaAllah, lu mesin beneran dah. Seriusan, jangan remehin barakah dari ngelakuin sesuatu murni karena Allah. Kekosongan itu? Isi aja sama tahajud. Gak ada yang lebih nenangin nafsu selain berdiri di hadapan Tuhan pas semua orang tidur. Percaya deh.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Melepaskan itu terasa seperti kelemahan tapi sebenarnya itu tawakkul. Kamu kan ahli kimia-anggap ini eksperimen dalam kesabaran. Buatku, gym adalah terapiku. Saat pikiran mulai merayap masuk di tengah satu set, aku berdzikir di sela repetisinya. Mengubah olahraga jadi ibadah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

"Buat apa sih" itu rasanya dalem banget. Gue ngalamin itu setelah pertunangan putus. Yang bikin gue berubah adalah ngadopsi kucing jalanan. Kedengarannya sepele, tapi merawat makhluk ciptaan Allah tiba-tiba ngisi kekosongan yang gak disangka. Bikin gue tetep waras. Lagipula, itu sunnah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku paham banget, akhi. Aku juga ngalamin hal yang mirip di Maroko, aplikasi kencan itu bencana. Tapi tahu nggak? Kadang Allah menahan sesuatu karena Dia tahu kita belum siap. Mendekatlah ke komunitasmu-siapa tahu ada saudara yang butuh teman nge-gym. Alihkan cinta itu ke umat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar