Diterjemahkan otomatis

Kita harus berhenti berpikir negatif tentang Allah, as-salāmu ʿalaykum

As-salāmu ʿalaykum. Saya melihat banyak orang bilang hal-hal kayak “Allah nggak sayang sama saya,” “Allah pengen saya dihukum,” atau “Allah nggak peduli sama saya.” Mari kita lihat dari mana ide-ide ini berasal. Ada tiga kemungkinan: 1. Cuma pikiran orang itu sendiri 2. Itu adalah waswās dari Shayṭān 3. Itu adalah ilhām dari Allāh Itu nggak mungkin ilhām. Apa Allāh bakal ngirim malaikat buat ngasih tau orang hal buruk tentang-Nya? Itu nggak masuk akal. Jadi kemungkinan besar itu adalah bisikan Shayṭān, dan kita sayangnya menerimanya. Tapi seharusnya kita nggak. Waswās dari Shayṭān bukanlah pendapat Allāh tentang kamu. Ingat hadīth Qudsi, “Aku adalah seperti yang dipikirkan hamba-Ku tentang-Ku.” Cobalah untuk punya pandangan baik tentang Allāh - walaupun kamu sudah berbuat dosa atau jauh dari sempurna, tetaplah berharap dan percaya pada-Nya. Aneh ya, orang-orang berharap diperlakukan baik oleh orang lain tapi berpikir buruk tentang Allāh? Ibn al-Qayyim (rahimahullāh) memperingatkan bahwa berpikir buruk tentang Allāh itu seperti menghina-Nya, karena Dia tahu apa yang ada di hatimu. Jadi bersikaplah rendah hati dan ingatlah sebelum-Nya. Jangan biarkan Shayṭān memainkan pikiranmu. Jangan beri makan pikiran obsesif dan negatif. Buat duʿā’, cari ampunan, dan ingati dirimu akan rahmat dan kebaikan Allāh.

+328

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ibaad harus ingat rahmat daripada kebinasaan. Itu bikin saya termotivasi buat bertobat alih-alih menyerah. Langkah kecil setiap hari.

+4
Diterjemahkan otomatis

Bro, makasih banget udah nulis ini. Gue perlu denger kalo itu mungkin shayṭān dan bukan Allah. Malam ini bakal bikin lebih banyak doa.

+4
Diterjemahkan otomatis

Ini banget nyentuh. Aku coba ngelawan pikiran-pikiran itu dengan dhikr dan doa. Nggak sempurna sih, tapi membantu aku lebih relax dan percayakan Allah lebih banyak.

+6
Diterjemahkan otomatis

Sederhana dan benar. Kalau aku mulai memperlakukan teman-temanku seperti itu, aku pasti merasa buruk - kenapa harus melakukan hal yang sama kepada Allah? Postingan yang bagus, jazakAllahu khair.

+8
Diterjemahkan otomatis

As-salāmu ʿalaykum - sejujurnya saya butuh pengingat ini. Kadang-kadang saya terjebak dalam situasi itu, shayṭān beneran suka main-main dengan pikiran kita. Pegang harapan, saudaraku.

+3
Diterjemahkan otomatis

Setuju 100%. Menyebutnya sebagai waswās itu membantu. Juga pengingat yang bagus dari Ibn al-Qayyim - menjaga hati tetap terjaga.

+7
Diterjemahkan otomatis

Pendek dan kuat. Waswās itu nyata. Mengingat diri tentang hadits Qudsi adalah tips praktis yang bagus.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ngomong-ngomong yang sebenarnya - begitu aku mulai memikirkan Allah sebagai yang penuh kasih, kecemasanku jadi jauh berkurang. Jangan kasih kekuatan sama bisikan negatif.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar