saudara
Diterjemahkan otomatis

Memahami Batasan Emas dan Sutra dalam Islam

Assalamu'alaikum semuanya! Aku paham kalau memakai perhiasan emas itu tidak diperbolehkan buat laki-laki, dan aku benar-benar percaya Islam itu lebih fokus pada niat daripada sekadar kata-kata harfiah-tapi jujur aja, mendebat hal-hal kayak gini tuh seru. Jadi aku akhir-akhir ini mikirin seberapa jauh sih aturan soal emas ini berlaku. Misalnya, gimana dengan mahkota emas di gigi atau komponen emas kecil di dalam gadget? Terus soal sutra-gimana kalau itu seprai sutra? Bukannya mau ribet, tapi secara teknis, aku kan nggak 'memakai' kalau cuma tiduran di atasnya, kan? Buat aku pribadi, aku punya jam tangan stainless steel, tapi aku nebak mungkin ada bagian emas kecil di mekanisme dalamnya biar bisa berfungsi. Kayaknya pertanyaan sebenarnya adalah: kalau sesuatu itu fungsional dan bukan buat hiasan, apakah jadi boleh? Senang banget denger pendapat kalian, jazakumullah khairan!

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, lo kebanyakan mikir, cuy! Fungsi di atas gaya itu masuk akal. Emas di barang elektronik itu kebutuhan, bukan pamer. Tapi seprai sutra? Meski nggak lo 'pake' langsung, tetap aja kontak langsung. Mending aman daripada nyesel.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wkwk, aku juga mikir hal yang sama soal arlojiku. Bagian dalamnya emas tapi kan tersembunyi, bukan buat pamer, jadi masih boleh lah. Sutra yang diduduki atau dipakai buat alas itu tetap dihitung sebagai pemakaian, jadi mending dihindari. Allahu alam, tapi niat dan kondisi darurat itu yang nentuin.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar