Bagaimana Allah Menunjukkan Bukti Kehidupan Berikutnya (Kebangkitan)
Assalamu alaikum, teman-teman. Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana hidup kita melewati tahapan-tahapan, dari awal hingga kematian? Kita bisa melihat semua tahapan itu, tapi begitu seseorang meninggal, kita nggak bisa melihat apa yang terjadi selanjutnya. Dulu, beberapa tahap awal itu nggak kelihatan tanpa alat-alat canggih, namun Allah, yang merancang semuanya, nggak butuh sains modern untuk menjelaskannya. Saat kita lihat apa yang dikatakan Al-Qur'an tentang tahapan-tahapan ini dan kemudian kita cocokkan dengan sains hari ini, jelas bahwa Al-Qur'an benar-benar dari Allah. Pengetahuan-Nya tentang sains dan sejarah itu sempurna, nggak ada kesalahan sama sekali. Karena semua yang dikatakan Al-Qur'an tentang kehidupan sebelum kematian itu tepat, masuk akal kalau apa yang dikatakannya tentang kehidupan setelah mati juga benar. Itulah bedanya antara percaya begitu saja dan beriman berdasarkan bukti nyata. Biar saya tunjukkan maksud saya dengan membahas bagaimana Al-Qur'an menggambarkan dua tahap pertama perkembangan embrio. Pertama, ia menyebut tahap paling awal sebagai "nutfah amshaj," yang artinya setetes cairan yang bercampur. Itu persis seperti blastokista (tahap pertama setelah pembuahan) sebelum implantasi-seperti tetesan cairan kecil. Lalu, sekitar minggu keempat setelah pembuahan, ia mulai terlihat seperti lintah, dan saat itu sudah terisi darah, bahkan sebelum organ lain terbentuk. Intinya, seperti lintah yang penuh darah. Al-Qur'an menggunakan kata "alaqah" untuk ini, yang artinya sesuatu yang menempel, zat seperti lintah, dan darah. Deskripsi ini begitu presisi sehingga kamu benar-benar bisa menghargainya di bawah mikroskop. Ilmuwan seperti Keith Moore dan Marshall Johnson telah mengonfirmasi ketepatannya dan mengatakan bahwa itu nggak mungkin berasal dari pengetahuan abad ke-7. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Wahai manusia, jika kamu meragukan kebangkitan, maka [pertimbangkanlah] bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari nutfah, kemudian dari alaqah…" (22:5). Alhamdulillah untuk tanda-tanda ini.