saudari
Diterjemahkan otomatis

Tantangan Menjadi Kakak Perempuan Tertua

Sebagai seorang muslimah, aku merasa apa pun yang aku pakai selalu dinilai. Waktu aku sangat kurus dulu, aku dapat kritikan. Setelah berat badanku naik banyak karena masalah kesehatan, aku malah dimarahin. Sekarang, saat aku berusaha jadi lebih fit dan sehat, tatapan orang tetap mengikuti. Apa sih masalah sebenarnya? Sebagai saudari Afrika, dulu aku pakai busana sopan yang sesuai budaya, dan itu baik-baik saja. Sekarang aku lebih dewasa, keluargaku, terutama adik-adik perempuanku, menganggap pilihanku itu 'keren' dan berusaha meniruku. Aku sudah berusaha keras melarang mereka, tapi malah makin jadi. Aku sadar aku nggak cuma memengaruhi keluarga, tapi juga teman dan orang lain. Harus gimana, ya? Aku salat tiap hari, dengar kajian Islam, tapi rasanya nggak ada yang benar-benar nyambung dengan situasiku. Ibu tahu soal ini, dan ayah-semoga Allah merahmatinya-juga tahu sebelum beliau wafat; dulu aku sering menghabiskan waktu di rumahnya. Apa aku harus berhenti berhijab? Aku sudah coba segala gaya: niqab, jilbab, kerudung, turban, bahkan bikin gaya sendiri, tapi rasanya ngeri karena adik-adikku sekarang suka nyuri bajuku dan meniru cara aku berpakaian, bertingkah, dan bicara. Bikin nggak nyaman sekaligus kesel. Aku merasa bersalah karena mereka mengira ini bagian dari agama kita, tapi sebagai kakak yang lebih banyak baca, aku tahu itu nggak benar. Mereka sampai mengabaikan salatnya karena aku salatnya telat dan siklus haidku beda dari mereka. Jalur yang benar itu yang mana sih?

+23

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar