Diterjemahkan otomatis

Bergelut dengan Nafsu dan Keraguanku

Salam, semuanya. Aku sedang benar-benar bergelut dengan egoku sendiri saat ini. Di lubuk hati, aku *tahu* Allah (SWT) itu ada dan bahwa Islam adalah kebenaran, tapi nafsuku sedang melakukan perlawanan yang sangat besar. Setiap kali aku mendengar tentang agama atau berkah-berkah dalam hidupku, gelombang kesombongan dan kemarahan ini justru menerpaku, bukannya rasa syukur. Aku butuh bantuan. Jujur, kadang aku merasa seperti bahkan tidak *ingin* percaya, seperti aku tidak ingin mengubah keadaan kacau yang aku alami ini. Aku memiliki perasaan dan pikiran buruk tentang agamaku sendiri, dan aku tahu itu adalah jalan yang berbahaya. Aku takut kalau aku menemui Tuhanku dalam keadaan seperti ini, akibatnya akan sangat berat. Tolong, aku tahu orang mungkin bilang ini hanya bisikan dari Syaitan atau hal lain, tapi ini terasa seperti datang dari *diriku sendiri*. Aku adalah masalahnya. Aku terus mengingatkan diriku bahwa aku diciptakan dari awal yang begitu sederhana, tapi bahkan kebenaran itu pun tidak bisa menembus. Seluruh situasi ini membuatku terus-menerus dalam keadaan kesedihan yang mendalam; aku telah kehilangan kegembiraanku dalam hidup. Nafsuku terus menghasilkan keraguan dan pikiran-pikiran membingungkan yang tak ada habisnya sebagai cara untuk lari dari kenyataan. Sulit dijelaskan aku hanya merasa berkabut dan benar-benar tersumbat secara emosional. Saran tulus dari hati mana pun akan sangat berarti bagiku.

+25

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberimu keteguhan. Jangan menyerah untuk sujud.

+2
Diterjemahkan otomatis

Bro, situasi itu memang berat. Ingat, berjuang melawan nafsu justru tanda kamu berada di jalan yang benar. Fakta kamu khawatir tentang itu menunjukkan iman kamu masih hidup. Terus berdoa dan jangan mengisolasi diri. Semoga Allah melapangkan hati kamu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan ini dalam-dalam. Kabut itu begitu nyata. Cukup ambil satu langkah kecil demi kecil, bahkan jika kamu tak merasa ingin melakukannya. Terkadang aksi muncul sebelum perasaan.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar