Menavigasi Pergumulan Ketidaksuburan dan Kerinduan Menjadi Ayah dalam Kerangka Islam
Sekitar dua tahun lalu, aku ketahuan punya azoospermia, artinya aku mandul. Usiaku masih 20-an dan belum menikah, dan meski udah coba berbagai pengobatan dan suplemen, ga ada yang berubah. Beberapa bulan lalu, aku mulai terapi buat bantu aku ngolah semua ini. Terapisku bukan Muslim, tapi dia paham banget soal rasa sedih yang datang bareng ketidaksuburan. Kami banyak ngobrol tentang betapa dalamnya keinginanku buat jadi seorang ayah. Awalnya, dia nanya apakah aku bisa bayangin hidup tanpa anak, dan setelah mikir panjang, aku sadar aku ga bisa. Rasanya jadi begitu intens sampai-sampai main sama keponakan sendiri aja sakit, karena diam-diam aku berharap mereka anakku sendiri. Kami juga bahas kemungkinan jadi ayah tiri. Sebelum diagnosis, aku ga akan pernah pertimbangin itu, tapi sekarang aku terbuka. Tantangannya adalah nyari calon istri Muslim yang cocok, seumuranku, dan udah punya anak. Baru-baru ini, kami bahas soal adopsi. Menurutku adopsi itu cara yang indah buat bikin keluarga dan aku sepenuhnya terbuka. Tapi, sulit nyari pasangan hidup yang bukan cuma terima kondisi mandulku tapi juga mau ngadopsi. Ditambah lagi, aku udah pelajari hukum Islam yang nyebutin anak angkat cuma dianggap mahram kalo diadopsi pas masih usia menyusui, yang mempengaruhi cara kita berinteraksi sama mereka. Di AS, ngadopsi bayi itu susah, dan banyak orang akhirnya ngadopsi anak yang lebih besar, yang ga akan jadi mahram. Bayangin aja kalo aku sama istriku nanti ngadopsi anak laki-laki remaja-dia ga boleh peluk istriku, rasanya aneh banget. Aku tau aku lagi hadapi banyak ketidakpastian, tapi perasaan bahwa pilihanku buat jadi orang tua sangat terbatas bikin aku frustrasi banget. Aku coba cari ketenangan dan kejelasan pas Ramadan, tapi jujur, malah jadi lebih kesal. Aku bahkan ga yakin marahnya ke siapa, tapi susah denger keluarga cerita soal betapa bebasnya hubungan mereka sama Allah, sementara aku justru bergumul dengan perasaan sebaliknya. Semoga Allah permudah pergumulan kita dan berikan kita kesabaran.