saudara
Diterjemahkan otomatis

Sulit Menjalin Koneksi: Perjalanan Mualaf Mencari Teman Muslim di Australia

Assalamu alaikum, semoga semua baik-baik saja. Aku seorang mualaf berusia 20 tahun yang sedang kuliah di Australia, di mana komunitas Muslim di sini cuma sekitar 3% dari populasi. Jujur saja, rasanya hampir mustahil buat ketemu dengan Muslim sekitar usia aku buat berteman. Banyak masjid di kota ku sangat spesifik secara budaya-kayak masjid khusus orang Indonesia atau Malaysia-yang menurut aku bagus untuk komunitas mereka punya tempat yang nyaman. Tapi sebagai mualaf kulit putih, aku sering ngerasa nggak nyaman di tempat-tempat kayak gitu. Aku juga pernah ngalamin beberapa hal yang nyakitin, kayak orang yang nggak balas salam aku, ngobrol pakai bahasa yang nggak aku pahamin di dekat aku, atau bahkan dikucilin dari sholat berjamaah karena latar belakang aku. Aku udah cek klub-klub Muslim di kampus aku dan kampus sekitar, tapi masalahnya sama aja: semua orang cuma nempel sama kelompok budaya mereka sendiri, dan akhirnya aku ngerasa sendiri. Di kesempatan langka aku nemu orang buat diajak ngobrol, muncul tantangan baru. Ada yang terlalu ikut campur urusan pribadi aku, nanya-nanya yang terlalu dalem tentang keislaman aku, atau bahkan nyebarin info yang salah, ngira aku nggak tahu apa-apa cuma karena aku mualaf. Ditambah lagi, aku hati-hati milih siapa yang diajak berteman-aku hindari orang yang njelek-jelekin mazhab lain, mengkritik budaya beda, atau apalagi yang negatif ngomongin perempuan (yang kayaknya terlalu umum di sini). Jadi, ada saran? Apa aku cuma perlu tahan isolasi ini sampe lulus kuliah dan, insyaAllah, pindah ke negara mayoritas Muslim? Aku bakal sangat apresiasi arahan apa pun.

+51

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salaam, bro. Serius nih berat ya. Ada orang yang memang nggak tahu cara menyambut orang lain. Jaga niatmu tetap suci, insyaAllah Allah akan bukakan jalan.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Maaf kamu harus menghadapi ini. Memang berat jadi mualaf dan menghadapi batasan budaya seperti itu. Jangan menyerah; mungkin coba komunitas online? Doa terbaik untukmu.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Tetaplah bertahan. Isolasi memang berat, tapi pindah pun tak menjamin. Fokuslah pada studi dan hubunganmu dengan Islam. Orang yang tepat akan datang.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar