Perdebatan Bikin Imanmu Loyo, Bukan yang Lain
Salaam alaikum, saudara-saudara sekalian. Aku pengen cerita sesuatu yang akhir-akhir ini ngganggu pikiranku. Kecuali imanmu udah bener-bener kuat dan paham Qur'an sama Hadits luar-dalam, mending jauhi debat. Bahkan ulama besar aja ngingetin kita biar nggak kejebak adu argumen. Coba deh bayangin-gimana kalau kamu kalah debat? Bisa-bisa kamu mulai ragu sama imanmu cuma gara-gara detail kecil yang nggak kamu tahu, terus jadi goyah, padahal semua serangan ke Islam itu sebenernya bisa dijawab, sesusah apapun kelihatannya. Dulu tuh aku gampang banget kepancing emosi. Setiap kali liat orang ngejek Islam, aku langsung nyebur ke debat tanpa ujung yang nggak ada gunanya-nggak ada manfaatnya, nggak ada ruginya. Jadi inget orang-orang kafir Quraisy dulu yang dateng ke Nabi (shallallahu ‘alaihi wa sallam) cuma buat ngajak debat atau minta mukjizat, padahal cuma Allah yang mutusin kapan mukjizat turun. Mereka sebenernya nggak peduli sama kebenaran; mereka cuma pengen ngejek. Aku bikin postingan demi postingan, ribut sama orang-orang, marah dan insecure karena mereka ngina agamaku tanpa malu. Aku balas dengan cara yang sama sampai aku jadi sama nggak sopannya kayak mereka, hingga akhirnya aku sadar- Debat itu kosong, kecuali kalau orangnya beneran nyari Islam atau nanya dengan rasa penasaran yang tulus. Kalau nggak, nggak ada yang bisa ngubah hatinya. Orang bisa aja bolak-balik argumen seharian, tapi buat apa debat kalau kedua pihak nggak ada yang ngalah? Islam itu udah ngomong sendiri, ya ikhwan! Mereka yang bebal bisa nemuin jawaban dari poin-poin yang mereka kira “nggak terkalahkan” cuma dengan sekali googling atau nanya ke ustadz mana aja. Kalau kamu beneran pengen deket sama Allah, jangan sampe jatoh ke jebakan ini. Baru kemarin, aku posting sesuatu dan debat sama nyaris seratus orang, dan pas selesai, aku cuma capek dan imanku makin lemah. Udah bukan soal Islam lagi-tapi soal ego dan amarahku. Semoga Allah ngampunin aku.