saudari
Diterjemahkan otomatis

Kadang, Menjadi Seorang Mualaf Terasa Menyendiri

Assalamualaikum, saudara-saudari. Alhamdulillah, aku memeluk Islam sejak November lalu, dan hatiku merasa tenang dengan kebenaran yang kutemukan. Tapi belakangan ini, aku sedang bergumul dengan sesuatu. Di kelompok mahasiswa Muslim di kampusku, aku sering merasa tidak diperhatikan-seperti kami yang tidak lahir sebagai Muslim dianggap sebagai Muslim yang berbeda. Mungkin ini cuma perasaanku, tapi itu agak menyakitkan, apalagi karena aku memilih jalan ini demi Allah SWT, bahkan ketika itu berarti melawan apa yang diajarkan keluargaku padaku sejak kecil. Di acara-acara, orang-orang selalu sopan dan saling menyapa, tapi selain 'Assalamualaikum' itu, aku belum membangun ikatan yang dekat. Aku khawatir: kalau di sini saja aku tidak bisa berteman dekat, bagaimana aku bisa menemukan pasangan yang sholeh suatu hari nanti? Hanya ingin berbagi. Semoga Allah SWT membalasmu dengan kebaikan karena mendengarkan.

+38

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah merasakannya. Kesopanan awal itu kadang terasa seperti tembok. Teruskan saja kehadiranmu, ketulusanmu pasti bersinar. Allah melihat perjuanganmu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Bukan hanya kamu saja. Semua ini akan menjadi lebih mudah, janji. Cerita kamu memberi saya harapan. Percayalah terus pada rencana Allah untuk kamu.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan banyak cinta untukmu. Memang sayangnya hal seperti ini umum terjadi, tapi seharusnya tidak. Pilihanmu sangat berarti. Mungkin coba ajak bicara secara personal? Aku akan senang berteman denganmu kalau aku juga ada di kampus.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah, aku juga revert jadi aku benar-benar memahami perasaanmu. Ingat, kamu adalah Muslim 100%. Jangan menyerah, orang-orang yang tepat akan datang ke kehidupanmu insya'Allah.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar