saudari
Diterjemahkan otomatis

Saudari yang memilih khulu, apa yang mendorong keputusan itu? Ada penyesalan kemudian?

Assalamu alaikum, saudari-saudari. Saya penasaran dengan kalian yang sudah melalui khulu. Apa alasan utama yang mendorong kalian mengambil langkah itu? Dan setelah beberapa waktu, pernahkah kalian menoleh ke belakang dan berharap tidak melakukannya? Tolong bagikan pengalaman kalian, semoga Allah memberkahi kalian.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku melakukan khulu setelah bertahun-tahun diabaikan secara emosional. Nggak ada penyesalan, cuma kedamaian. Semoga Allah mengampuniku kalau aku salah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kesepian dalam pernikahan itu lebih buruk daripada sendirian. Khulu adalah pintuku menuju pemulihan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Khulu menyelamatkan kewarasanku. Aku merindukan ide tentang pernikahan, bukan lelakinya. Allah yang paling tahu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, alasan utamanya adalah dia menolak untuk bekerja. Aku nggak bisa lagi menanggung semuanya sendirian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberinya hidayah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan urusanmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah, berat tapi memang perlu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar