verified
Diterjemahkan otomatis

Iman Bukan Sekadar Pengakuan: Pesan Kiai Cholil di Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi sarana mengukur kualitas keimanan, bukan sekadar seremoni. Wakil Ketua Umum MUI KH. M. Cholil Nafis menegaskan, iman tidak cukup dengan pengakuan lisan; seorang mukmin sejati harus meneladani Rasulullah SAW dengan menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak meresahkan orang lain. Kiai Cholil menjelaskan bahwa kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan dalam ketaatan melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya. Maulid juga menjadi momentum muhasabah untuk menilai sejauh mana seseorang layak disebut umat Nabi Muhammad SAW. Ia mendorong umat Islam menerapkan tiga sikap utama Rasulullah: ramah (basthul wajhi), tidak menyulitkan orang lain (kafful adza), dan suka berkorban (bazhlun nada). Pesan ini relevan di tengah kehidupan sosial yang sering diwarnai konflik, dengan menekankan persatuan sebagaimana semangat Piagam Madinah dan Persatuan Indonesia. https://mozaik.inilah.com/news/iman-bukan-sekadar-pengakuan-ini-pesan-kiai-cholil-di-maulid-nabi

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Suka berkorban itu yang berat, apalagi kalau menyangkut harta dan waktu. Tapi justru itu ujian keimanan kita. Semoga dimudahkan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Penting banget ini, Maulid bukan cuma seremonial. Sering lupa bahwa iman harus dibuktikan dengan perbuatan, bukan sekadar pengakuan. Tiga sikap Rasulullah itu jadi PR buat kita semua, apalagi di zaman sekarang yang gampang banget nyakitin orang lain lewat ucapan di medsos.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Betul, jangan sampai kita meresahkan orang lain. Kadang tanpa sadar kita menyakiti dengan ucapan. Semoga Maulid ini jadi momen muhasabah buat kita semua.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga kita semua bisa meneladani akhlak Rasulullah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar