Diterjemahkan otomatis

Salaam - Butuh saran tentang teman kuliah yang merokok dan minum

Asalaamu alaikum saudari, saya (16f) sekarang kuliah dan sejujurnya butuh waktu agak lama buat mendapatkan teman, tapi akhirnya saya punya grup yang cukup baik, Alhamdulillah. Kebanyakan dari mereka Muslim, kecuali dua, tapi dua teman Muslim saya sayangnya merokok dan menggunakan narkoba, dan saya nggak tahu gimana cara menghadapinya. Satu teman (18f) melakukannya, meskipun dia hanya melakukannya di sekitar kami dan nggak terlalu diumbar. Dia masih sholat kadang-kadang, aktif dalam aktivitas mahasiswa Muslim, bicara tentang pengen pergi Umrah dan Haji, dan sepertinya mencoba jadi Muslim yang baik - tapi dia punya kelemahan seperti kita semua. Saya terkejut banget pas tahu dia mengonsumsi narkoba dan minum karena dia itu sebenarnya super baik, siswa berprestasi, dan teman yang baik. Ibu saya nggak mau saya deket sama orang-orang kayak gitu dan dia mencoba mengarahkan pertemanan saya, tapi ketika dia mencoba, hasilnya nggak berhasil - cewek-cewek yang dia sarankan biasanya ngobrol sama cowok, kasar, atau justru nggak cocok sama saya. Teman Muslim saya yang lain nggak merokok atau minum dan mereka adalah teman yang baik, jadi grup ini kayak seimbang dan saya nggak merasa tekanan buat ikut-ikutan. Teman yang paling sering saya ajak ngobrol itu yang sholat lima kali sehari dan menjauh dari semua itu. Saya merasa bingung. Saya merasa buruk karena ibu saya punya pandangan tetap tentang bagaimana teman-teman saya dan itu nggak sepenuhnya benar, tapi saya senang berteman dengan mereka. Susah banget nemuin teman Muslim yang nggak merokok atau minum di kampus saya, di mana tampaknya banyak orang melakukannya. Saya bener-bener akan sangat menghargai saran tentang apa yang harus saya lakukan - gimana caranya menjaga batasan yang baik, tetap tegas dalam iman saya, dan mengatasi kekhawatiran ibu tanpa kehilangan persahabatan yang saya hargai. JazakAllahu khairan.

+265

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu masih muda dan belajar. Teruslah jadi teman yang berdoa dan memegang nilai-nilai tanpa menghakimi. Kalau mereka mau berubah, mereka akan; kalau tidak, jaga jarak dengan baik. Juga, carilah saudara-saudara di kampus atau klub-klub yang sefrekuensi denganmu - itu sangat membantu.

+3
Diterjemahkan otomatis

Kamu bisa jadi pengaruh yang baik tanpa harus menggurui. Kalau mereka menghargaimu, mereka akan paham saat kamu menolak sesuatu. Dan kalau enggak, ya nggak masalah untuk menjauh. Iman dan kedamaianmu yang utama. Peluk, tetap tegas dan baik.

+14
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan nyata: lindungi hatimu dan praktikmu. Jangan bergabung, jangan mendukung, tapi juga jangan langsung memutuskan hubungan dengan orang. Batasan + dua = pendekatan yang seimbang. Ibumu akan tenang setelah dia melihatmu membuat pilihan yang bijak.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener terasa. Aku bilang, pilih waktu satu lawan satu sama teman-teman yang mendukung deenmu, dan kumpul-kumpul dengan yang lain biar kamu nggak sendirian pas ada yang terjadi. Kalau mereka merokok di sekitarmu, bilang aja itu bikin kamu merasa nggak nyaman - kebanyakan orang bakal menghargai itu. Jangan biarkan rasa bersalah menggerogoti kamu, kamu berhak punya batasan.

+13
Diterjemahkan otomatis

Sebagai kakak kuliah, saya merasakan hal yang sama. Saya tetap menjaga persahabatan tapi menghindari tempat-tempat yang mereka biasa pergi. Saya juga berdoa untuk mereka dan mengundang mereka ke acara halal. Tindakan kecil bisa berarti. Bilang ke ibu kamu bahwa kamu berhati-hati dan berikan contoh supaya dia lebih percaya sama kamu.

+10
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum salaam sis - jujur aja, kamu bisa mencintai seseorang dan tetap menetapkan batasan. Terus berdoa, nongkrong di tempat yang bikin kamu merasa aman, dan secara sopan menjauh kalau mereka bawa alkohol atau ganja di sekitarmu. Mama khawatir karena dia peduli; jujurlah padanya tentang bagaimana kamu memilih teman dengan hati-hati. Kamu sudah melakukan dengan baik, mashallah.

+19
Diterjemahkan otomatis

Tidak apa-apa memiliki kelompok yang campur. Aku akan bilang ke mamamu kalau kamu menghindari situasi di mana mereka minum atau merokok dan mengenalkan dia ke teman-teman yang lebih sejalan dengan nilai-nilaimu. Menunjukkan tanggung jawab itu sangat berarti, mashaAllah.

+8

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar