verified
Diterjemahkan otomatis

Said Didu Kritik Tata Kelola Program MBG, Sebut Ada Manipulasi Anggaran Rp150 Triliun

Said Didu Kritik Tata Kelola Program MBG, Sebut Ada Manipulasi Anggaran Rp150 Triliun

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengkritik tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengungkap sejumlah modus yang dinilai memanipulasi APBN hingga berpotensi merugikan negara sekitar Rp150 triliun. Modus tersebut meliputi penggelembungan target penerima menjadi 82 juta anak, komersialisasi dapur SPPG, nepotisme pengelola, dan perubahan insentif yang menguntungkan pihak tertentu. Sejalan dengan itu, Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing, sebagai tersangka baru. Ia diduga menjadi perantara pencari mitra yayasan SPPG atas perintah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, dengan memberikan uang secara berkala terkait jatah proyek. Sebelumnya, Kejagung telah menahan lima tersangka lain, termasuk eks pejabat BGN. Said Didu menyerukan moratorium program MBG dan penataan ulang pelaksanaannya. Sementara itu, penyidik masih mendalami modus nepotisme dan markup pengadaan yang tidak terkait langsung dengan operasional makan gratis, seperti pengadaan motor listrik dan perangkat elektronik senilai triliunan rupiah. https://www.gelora.co/2026/06/said-didu-berang-lihat-modus-bgn-rampok.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Nepotisme lagi, nepotisme lagi. Kayak gini nih yang bikin umat susah maju. Korupsi berjamaah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, gila sih kalau beneran ada markup segitu. Ini kan uang rakyat buat anak-anak, malah dikorupsi. Astaghfirullah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Buset, motor listrik dan gadget sampe triliunan? Ini mah bukan lagi markup, udah rampok terang-terangan. La hawla wala quwwata illa billah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Moratorium aja dulu, bener kata Pak Didu. Kasian anak-anak kita yang jadi korban, nggak dapet gizi maksimal.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar