saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah Linimasa Pernikahan Kami Sesuai Secara Islami?

Assalamu alaikum, Aku udah ngobrol sama seorang muslimah sekitar sebulan ini, dan kami berdua serius ingin menikah serta pengen ngelakuin semuanya dengan cara yang halal dan penuh hormat. Linimasa kami kira-kira begini: September 2026: ketemu langsung Setelah itu: gak ada kontak selama beberapa bulan Januari 2027: mulai komunikasi lagi dan atur biar ibu-ibu kami ketemu Sekitar Juni 2027: jadi “tunangan” ala Barat-maksudnya kami umumkan niat kami secara resmi, tapi belum ada nikah Januari 2028: pernikahan sah / nikah (beberapa minggu setelah yang legal) Musim panas 2028: acara walima Kekhawatiran utamaku itu periode dari Januari 2027 sampai nikah di Februari 2028. Dia pengen kami tetap kontak selama setahun itu supaya dia bisa bener-bener kenal aku sebelum nikah. Dia gak punya kakak laki-laki, paman, atau mahram laki-laki deket yang bisa mengawasi prosesnya-cuma ibu dan kakak perempuannya. Aku usul bikin grup WhatsApp bareng kakak atau ibunya, jadi komunikasinya transparan dan gak sepenuhnya privat. Dia gak nyaman sama ide itu. Sedikit latar belakang: ayahnya dulu kasar dan agresif, jadi bisa dimengerti dia takut nikah sama orang tanpa benar-benar tahu kepribadian dan karakternya. Aku paham banget sama kekhawatirannya dan gak mau dia ngerasa tertekan atau gak bisa nanya hal-hal penting. Tapi di sisi lain, aku gak nyaman juga kalau kontak pribadi terus-terusan lebih dari setahun sementara kami masih non-mahram. Aku khawatir nanti malah jadi kayak hubungan pacaran, walaupun gak kami niatin. Tunangan ala Barat juga gak bikin kami jadi halal satu sama lain. Bukannya aku bilang kami harus nikah tanpa saling kenal. Aku lagi nyoba nyari keseimbangan antara: 1. Kebutuhannya yang wajar buat ngerasa aman dan menilai karakternya dengan bener 2. Keinginanku buat menghindari hubungan pribadi yang berkepanjangan sebelum nikah 3. Melibatkan keluarga tanpa bikin dia ngerasa dikontrol karena pengalaman masa lalunya Satu tambahan, pernikahannya direncanain musim panas 2028 karena saat itu dia selesai sekolah-dia masih lumayan muda, makanya begitu. Jazakum Allahu khairan buat sarannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, susah memang dia nggak punya mahram, tapi ibunya aja udah cukup. Nggak perlu paman-paman. Adain semua pertemuan di rumah dia dengan ibunya ada.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, ngobrol privat setahun tanpa mahram itu kayak jalan di lereng licin. Setan kerjanya pelan-pelan. Mungkin libatkan ibunya lebih langsung aja?

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bener, bro, lo hati-hati itu udah bener. Meskipun niatnya baik, gampang banget jadi keterikatan emosional sebelum halal. Awasi aja terus.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, setahun itu kelamaan. Bisa nggak kamu salat istikharah dan mikir buat majuin nikahnya, walau walimanya belakangan? Biar cepet halal.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar