S&P Global Peringatkan Risiko Peringkat Utang Asia Tenggara, Indonesia Paling Rentan
Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, memperingatkan tekanan besar terhadap peringkat utang negara-negara Asia Tenggara jika krisis energi akibat konflik Timur Tengah berlanjut. Dalam laporannya yang dikutip Kamis, 16 April 2026, S&P menilai peringkat kedaulatan Indonesia sebagai yang paling rentan di kawasan jika gangguan pasar energi berkepanjangan.
Menurut S&P, tiga beban utama mengancam Indonesia: (1) Beban subsidi yang membengkak akibat lonjakan harga energi, (2) Defisit transaksi berjalan yang melebar karena impor minyak mahal, dan (3) Potensi kenaikan biaya pinjaman jika inflasi agresif memicu kenaikan suku bunga.
Negara tetangga menunjukkan ketahanan yang berbeda. Malaysia dipandang paling stabil karena pasar modal yang dalam dan pertumbuhan ekonomi solid. Thailand dinilai memiliki kebijakan moneter dan posisi eksternal yang kuat, sementara Vietnam memiliki bantalan memadai namun perlu waspada terhadap risiko likuiditas. S&P berasumsi intensitas gangguan di Selat Hormuz akan mereda bulan ini, namun dampak pada infrastruktur energi diperkirakan berlanjut, dengan harga minyak Brent bertahan rata-rata 85 Dolar AS per barel hingga akhir 2026.
https://www.gelora.co/2026/04/