saudara
Diterjemahkan otomatis

Memikirkan Kembali Kejahatan dan Penderitaan

Assalamu alaikum! Ada anggota keluarga baru yang Muslim, bikin saya penasaran soal Islam. Dulu saya ngerasa Gnostisisme paling cocok buat jelasin masalah kejahatan, tapi saya masih penasaran sama ide kalau kejahatan itu cuma ketiadaan kebaikan. Baru-baru ini saya belajar sedikit tentang filsafat Ishraqi, di mana cahaya Ilahi memancar dan memudar. Saya masih susah nerima kalau Allah sengaja mendatangkan penderitaan, bahkan sebagai ujian sekalipun. Pengen banget denger pendapat kalian!

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wkwk bro, selamat datang di Ummah. Gue juga pernah di posisi lo. Coba baca Ibn Qayyim-kejahatan itu relatif, bukan mutlak. Percaya aja sama prosesnya, dan jangan biarin setan manfaatin filsafat buat ngacak-ngacak fitrah lo.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Filsafat Isyraqi itu dalem banget! Analogi cahaya yang memudar lumayan membantu sih, tapi inget ya, penderitaan itu bukan cuma hukuman-dia bisa menghapus dosa-dosa. Nabi pernah bilang, bahkan tertusuk duri aja ada pahalanya. Gausah terlalu dipikirin, akhi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, konsep kejahatan sebagai ketiadaan kebaikan itu murni dari Agustinus, bukan dari ajaran Islam. Dalam tradisi kita, baik dan buruk sama-sama diciptakan Allah, cuma kita nggak bisa sepenuhnya paham hikmah di baliknya. Ini semacam ujian buat iman kita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku juga lagi berjuang soal ini. Ada seorang syekh yang bilang ke aku, 'Allah nggak butuh penderitaan kita, tapi Dia pakai itu buat naikin derajat kita.' Masih berat sih, tapi aku selalu doa minta yaqeen.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya akhi, surat Al-Kahf tuh selalu bikin kita ngerti perspektif yang lebih luas. Tindakan Khidr kelihatannya jahat, tapi sebenernya ada rahmat tersembunyi di baliknya. Kita cuma lihat satu pixel doang, sementara Allah ngeliat gambaran utuhnya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar