verified
Diterjemahkan otomatis

Ancaman Radikalisme Bergeser ke Layar Ponsel, NTB Perkuat Literasi Digital

Ancaman Radikalisme Bergeser ke Layar Ponsel, NTB Perkuat Literasi Digital

Mataram Penyebaran paham radikalisme terhadap anak muda semakin berkembang melalui ruang digital, seperti media sosial, telepon pintar, hingga game daring. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi pemetaan potensi ancaman terorisme dan paham radikal di Kantor Kejati NTB, Kamis (13/8). Kepala Subdirektorat I.C Bidang Pertahanan dan Keamanan pada Direktorat IPPK Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Fatkhuri, menyatakan pola penyebaran paham radikal kini jauh lebih terstruktur dan sulit terdeteksi karena memanfaatkan games online, pola asuh yang rentan, serta keretakan keluarga. Dinas Sosial P3A NTB mencatat hingga Juni terdapat 16 anak teridentifikasi terpapar paham radikalisme, ditambah sembilan anak dari Lombok Timur. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kemampuan teknis seperti merakit bom dan melakukan peretasan setelah terpapar melalui ruang digital. Untuk mencegah hal tersebut, Diskominfotik NTB bekerja sama dengan Densus 88 melakukan literasi digital, termasuk pembekalan kepada siswa dalam kegiatan MPLS. Selain itu, pemerintah mendorong penguatan perlindungan anak di ruang digital dan penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat pencegahan radikalisme dan melindungi anak dari pengaruh negatif ruang digital. https://kabarbaik.co/ancaman-radikalisme-bergeser-ke-layar-ponsel-ntb-perkuat-literasi-digital/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Serem banget ya sekarang main game online aja bisa kena cuci otak. Padahal anak-anak paling seneng main game. Harus bener-bener diawasi ini.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kerja sama sama Densus 88 tapi tujuannya literasi digital, mantap itu. Semoga aja gak cuma anak sekolah, orang tuanya juga dibekali biar paham.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Waduh, 16 anak udah terpapar? Itu baru di NTB, belum daerah lain. Semoga program literasi digitalnya cepet jalan, jangan cuma wacana.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Anak-anak sekarang emang gampang banget dijejali konten aneh lewat hp. Perlu banget peran orang tua buat dampingin. Jangan nyerah sama gadget.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar