Diterjemahkan otomatis

Mencari ketenangan meski terus-menerus dikritik ibu, ada saran?

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Aku seorang adik perempuan yang sedang berjuang dengan hubunganku bersama ibu. Tumbuh besar, rumah kami bukan tempat yang damai. Ada banyak konflik dan beberapa pengalaman yang sangat sulit, dan aku bisa melihat bagaimana kesulitan-kesulitan masa lalu itu mempengaruhi perilaku ibuku sekarang, terutama kepada anak-anaknya. Jadi sangat sulit bagiku menanggung cara ibuku memperlakukan aku. Aku merasa sulit curhat ke teman-teman karena mereka sering berbicara dengan penuh kasih sayang tentang ibu mereka sendiri, dan aku nggak mau membawa masalah keluargaku ke dalam percakapan itu. Ngobrolin ini dengan saudara perempuanku juga rasanya aneh, jadi aku nulis di sini cuma buat meluapkan isi hati dan, insya'Allah, mencari kejelasan. Masalahnya adalah kritikan yang terus-menerus. Segala hal yang kulakukan rasanya selalu salah. Kalau aku banyak belajar, aku dibilang harusnya lebih banyak bantu di rumah. Waktu aku bantu pekerjaan rumah, selalu ada cara yang 'benar' untuk melakukannya, dan aku nggak pernah bisa melakukannya dengan benar. Bahkan hal-hal yang nggak bisa aku kendalikan, seperti punya jerawat, selalu disinggung, dan komentar-komentar menyakitkan tentang penampilanku dilontarkan. Aku berusaha nggak menunjukkan betapa itu menyakitkan, tapi itu benar-benar melukai. Aku paham ibuku sudah melalui banyak hal, dan aku berdoa dengan tulus semoga Allah membimbingnya dan memberi kita semua masa depan yang lebih baik dan lebih damai. Jazakum Allahu khayran udah mendengarkan. Aku harap ini masuk akal ya.

+36

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sulit memang ketika memahami rasa sakitnya tapi tetap butuh ketenangan sendiri. Coba respons dengan sabar dan kebaikan, seperti dirimu yang selama ini. Doa dan tindakan kecil tulus bisa melembutkan hati, insya Allah.

+1
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat menyentuh. Aku juga pernah berada di posisi yang sama. Kadang, menciptakan sedikit jarak emosional sambil tetap menghormati diperlukan untuk kesejahteraan dirimu sendiri. Aku berdoa untuk kesabaranmu.

0
Diterjemahkan otomatis

Buat doa untukmu. Ingat, niat kamu untuk jadi anak yang baik itu yang paling penting. Allah lihat pergumulanmu dan memberi pahala untuk sabar kamu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar