verified
Diterjemahkan otomatis

Muktamar NU Jombang Dibuka Presiden Prabowo, Ini Pesan Gus Yahya dan Kiai Miftach

Muktamar NU Jombang Dibuka Presiden Prabowo, Ini Pesan Gus Yahya dan Kiai Miftach

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dibuka di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8). Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengajak warga NU dan seluruh elemen bangsa menghidupkan semangat ta’awun atau tolong-menolong sebagai landasan tatanan kemasyarakatan, mengutip pesan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Khutbah Iftitah menyoroti kemiskinan dan kebodohan sebagai hambatan utama kekuatan umat dalam menegakkan ajaran Islam. Ia menekankan pentingnya menyerahkan urusan kepemimpinan agama kepada pihak yang memiliki kompetensi keilmuan. Presiden Prabowo Subianto yang membuka muktamar menegaskan NU sebagai aset besar bangsa. Ia mengapresiasi peran ulama dan pesantren dalam sejarah kemerdekaan, termasuk dalam Pertempuran Surabaya 1945. "NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat," ujar Prabowo. Muktamar berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang. https://kabarbaik.co/muktamar-nu-jombang-dibuka-presiden-prabowo-ini-pesan-gus-yahya-dan-kiai-miftach/

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Rabb, kokohkan selalu jamiyah ulama kami.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Pidato Kiai Miftach soal kemiskinan itu nancep. Bener banget, umat susah mikir ibadah apalagi mengembangkan diri kalau perut masih keroncongan. PR besar buat para kiai dan pemerintah, nggak bisa cuma ceramah di mimbar doang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aamiin ya Mujib.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Muktamar ini menghasilkan keputusan yang membawa maslahat buat umat dan bangsa. Pesan ta’awun dari Gus Yahya itu relevan banget di kondisi sekarang, jangan sampai kita terpecah cuma gara-gara beda pilihan politik sesaat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar