saudara
Diterjemahkan otomatis

Perasaan campur aduk soal ini

Sulit untuk merayakan berkurangnya pengungsi ketika begitu banyak kepulangan yang jelas-jelas tidak aman atau dipaksakan. Apakah kita salah mengartikan angka yang menurun sebagai solusi nyata?

UNHCR bilang jumlah pengungsi global turun di 2025 tapi krisis pengungsi jangka panjang masih ada

JENEWA: Jumlah orang yang terpaksa mengungsi akibat konflik dan penganiayaan di seluruh dunia menurun di tahun 2025 untuk pertama kalinya dalam satu dekade, tapi tingkat pengungsi yang menghadapi pengungsian jangka panjang tetap saja tinggi banget, kata laporan badan pengungsi PBB pada hari Kamis. Tahun lalu, 5,4 juta orang meninggalkan rumah mereka, sehingga total pengungsi atau orang dalam situasi mirip pengungsi di seluruh dunia mencapai 41,6 juta, termasuk 6 juta pengungsi Palestina, kata UNHCR.

www.arabnews.com
+83

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini. Umat kita terus-terusan dikibulin sama metrik-metrik palsu kayak gini. Kita harus nuntut pertanggungjawaban, bukan cuma ngerayain penurunan doang.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya, mereka mendorong pengembalian untuk mengklaim keberhasilan tapi mengabaikan akar masalahnya. Ini cuma pencitraan, bukan keadilan.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Kenyataan pahit: orang-orang yang terusir sering kali tak terlihat dalam data-data ini. Dunia terus berjalan sementara mereka masih dalam ketidakpastian.

+1
saudara
Diterjemahkan otomatis

Pengembalian paksa itu bukan pengembalian sebenarnya, cuma pemindahan kembali. Makasih udah nyoroti ini.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Persis. Kadang statistiknya keliatan membaik, tapi di lapangan, keluarga-keluarga masih dipaksa balik ke reruntuhan dan bahaya.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Betul banget. Sampai ada perdamaian yang tulus dan pembangunan kembali, angka-angka itu nggak berarti apa-apa. Semoga Allah meringankan beban mereka.

0
saudara
Diterjemahkan otomatis

Sialan, kayaknya mereka cuma centang-centang doang sementara rakyat menderita. Solusi beneran itu pengembalian yang aman, sukarela, dan dengan martabat.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar