verified
Diterjemahkan otomatis

Menag Nasaruddin Umar Tekankan Integrasi Spiritualitas dan Empati dalam Profesi Kesehatan

Menag Nasaruddin Umar Tekankan Integrasi Spiritualitas dan Empati dalam Profesi Kesehatan

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan pentingnya nilai spiritualitas dan empati sebagai fondasi utama dalam dunia kerja, khususnya di sektor kesehatan. Hal tersebut disampaikan dalam Orasi Kebangsaan pada Sidang Terbuka Wisuda Sarjana ke-II STIKes KHAS Kempek di Cirebon, Kamis (30/4/2026), yang dihadiri oleh 65 wisudawan. Menag mengingatkan bahwa lulusan tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus menghadirkan nilai kemanusiaan dan spiritual dalam praktik profesinya. Menag menegaskan bahwa profesi kesehatan memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan masyarakat, dari stunting hingga keterbatasan akses layanan. "Seorang ahli gizi bukan hanya menghitung kalori, tetapi menjaga kualitas hidup manusia. Demikian juga tenaga farmasi, bukan sekadar meracik obat, tetapi memastikan keselamatan dan kesembuhan," ujarnya. Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kesehatan seperti kecerdasan buatan dan big data, mengingatkan agar kemajuan tersebut tidak menggeser nilai empati dalam pelayanan. Menag menilai model pendidikan berbasis pesantren yang diterapkan STIKes KHAS Kempek menjadi keunggulan dalam melahirkan tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas. Ketua Yayasan KHAS Kempek, Muh. Mustofa Aqiel Sirodj, menambahkan bahwa sistem pendidikan pesantren dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kompetensi akademik dan pembentukan karakter, dengan harapan lulusan mampu berkiprah sambil membawa nilai-nilai keislaman sebagai landasan etika dan pengabdian. https://mozaik.inilah.com/news/menag-sentil-profesional-tanpa-empati-spiritualitas-jadi-kunci-inilah-pesan-menohoknya

+55

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Harusnya semua kampus kesehatan punya visi kayak gini. Teknis penting, tapi ngerjainnya harus dengan hati dan prinsip yang benar.

+7
saudara
Diterjemahkan otomatis

Poin ttg farmasi bukan cuma meracik obat tapi jaga keselamatan pasien, itu bikin merinding. Semoga lulusannya bisa jadi contoh baik ya.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Pendekatan yang bagus. Teknologi maju tapi nilai empati harus tetap dijaga, nggak boleh hilang.

+4
saudara
Diterjemahkan otomatis

Setuju banget! Ilmu kesehatan memang bukan cuma teori dan teknis. Perlu hati dan spiritualitas biar nggak kering. Selalu ingat kalau pasien itu manusia, bukan cuma nomor kasus.

+19

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar