Makalah MBG dengan Nama Prabowo untuk Nobel Perdamaian Diduga Kuat Dibuat dengan AI
Sebuah makalah ilmiah di platform SSRN yang mengaitkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan usulan Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis pertama, menuai kontroversi. Publik menemukan sisa prompt AI yang belum dihapus dalam dokumen, seperti frasa perintah untuk kecerdasan buatan. Pemeriksaan dengan alat pendeteksi AI menunjukkan tingkat deteksi hingga 93 persen, dan gaya bahasa serta ilustrasi disebut berciri khas AI.
Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah dan Kementerian Dalam Negeri sedang menginvestigasi kasus pencatutan nama ini. Kepala Bakom Muhammad Qodari menyatakan investigasi masih berjalan. Sejumlah pihak mengklaim Presiden Prabowo tidak mengetahui, memerintahkan, ataupun menyetujui pembuatan paper tersebut, dan ada indikasi nama dicatut tanpa izin.
Publikasi di SSRN bukanlah proses nominasi resmi Nobel Perdamaian yang bersifat rahasia. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya verifikasi dan etika penulisan ilmiah, terutama saat melibatkan nama pejabat tinggi negara.
https://www.gelora.co/2026/08/