saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernikahan diragukan setelah mengetahui masa lalunya, merasa benar-benar hancur

Salaam semuanya, Semoga kalian semua baik-baik saja. Aku butuh saran, dan aku akan sangat berterima kasih kalau kalian bisa membantu berdasarkan apa yang akan aku ceritakan. Aku jujur sepenuhnya biar bisa dapet bimbingan terbaik, dan Allah saksiku kalau aku berusaha adil. Karena situasiku, aku harus cari suami sendiri. Aku ketemu lelaki yang luar biasa-taat beragama, teguh pendirian, berorientasi keluarga. Setelah kenal setahun dan nungguin dia mulai proses nikah, aku nemuin bahwa selama kami bareng, dia ngobrol sama perempuan di setiap aplikasi yang bisa kamu bayangin. Lebih parahnya lagi, dia punya ribuan video dan foto nggak senonoh perempuan. Aku cuma punya ibuku, jadi aku ceritain soal dia dan semua rencana kami. Masalahnya, kami sekarang beda negara, dan kalau nikah nanti aku pindah ke negara asalnya. Dia minta maaf dan hapus semua aplikasi, soal foto-foto-yah, aku hancurin hapenya sampai remuk begitu megang dan lihat apa yang kulihat. Udah enam bulan sejak aku tahu, dan meski dia bilang udah tobat berkali-kali, aku tetep aja nggak bisa move on dari yang kusaksikan dan apa yang dia suka. Dia maunya aku nutup aurat dengan bener, nggak ngelakuin kayak Botox, dan hindarin gaya tertentu-yang sebenarnya aku nggak masalah karena aku selalu berusaha lakuin yang bener-tapi kemunafikannya yang bikin sakit. Dia komen penampilanku, bilang makeupku kebanyakan, aku nggak boleh pake filter di foto, atau ngelakuin hal kayak kuku dan bulu mata (yang sebenernya nggak aku lakuin), eh tapi semua perempuan yang dia chat itu lakuin persis begitu, dan dia ngaku suka penampilan mereka. Aku udah sampe titik di mana aku nggak percaya sama dia, aku selalu ngerasa dia selingkuh. Harga diriku ancur, dan aku udah habisin satu setengah tahun hidupku nungguin nikahin dia, eh sekarang dia bilang aku harusnya move on aja. Dia bilang foto-foto, video, dan obrolan itu nggak berarti apa-apa, cuma hal kosong. Aku udah coba maafin dia dan berusaha lewatin biar pernikahan kami bisa terjadi, tapi dia malah makin menjauh, dan yang lebih parah, dia nggak paham kerusakan yang dia sebabin. Dia sikapnya seolah itu bukan apa-apa, jadi aku harusnya ngelupain aja. Pas aku tanya apa dia mau nerima ini buat saudarinya, dia malah marah banget. Aku beneran nggak ngerti harus ngapain atau gimana caranya sembuh dari yang udah kulihat-foto-foto, video, obrolan, hal-hal paling nggak senonoh. Apa aku beneran disuruh lupa aja? Kami rencananya mau nikkah sebentar lagi, dan dia malah nyalahin aku karena jaga jarak, katanya gara-gara aku ngomel, berantem, dan ungkit-ungkit masa lalu. Dia pernah bilang sendiri ke aku, "Maaf, aku belum kasih hakmu, kamu pantas dapat yang lebih baik, dan aku bakal ngelakuin lebih." Tapi bukannya bikin aku ngerasa dicintai dan diinginkan, dia malah jadi dingin. Rasanya kayak aku nggak ada. Aku terus yang nelpon dia, minta perhatian, ngingetin tanggung jawab dia ke hubungan kami. Aku bahkan nggak ngerasa dia pengin aku; dia nggak tertarik. Kami jarang ngobrol, dan kalau ngobrol pun cuma diem-dieman atau basa-basi soal kabar, nggak ada tentang satu sama lain. Aku ngerasa dia cuma nikahin aku karena formalitas doang, tapi hatinya nggak di situ. Aku beneran nggak tahu harus gimana. Aku tadinya bahagia banget, ibuku juga bahagia-ibuku nggak punya waktu lama karena kesehatannya sangat buruk. Kalau aku nggak lanjutin, apa yang harus aku bilang ke dia? Aku malu ngasih tahu alasan sebenernya soal masalah kami. Aku beneran nggak punya siapa-siapa buat cerita-nggak ada keluarga atau teman lain. Aku masih dihantui perbuatannya sampai sekarang. Aku nggak pernah bisa bayangin dia ngelakuin hal begitu; dia sangat religius, punya saudari yang pernah ngalamin hubungan buruk sendiri, dan dia tahu mana yang benar dan salah, tapi… Tolong, ada yang bisa nasihatin aku? Aku jujur aja ngerasa ingin nyerah sama hidup. Aku setia, loyal, dan siap nikah. Hidup yang kuinginkan adalah di mana kami menjalani pernikahan demi Allah dan jauhi yang haram. Aku pengin keluarga, karena aku nggak benar-benar pernah punya. Aku ngerasa dia udah hancurin hidupku-pertama dengan setahun penuh selingkuh, dan sekarang dengan tetap bersamaku tapi bahkan nggak ngajak ngobrol atau nunjukin ketertarikan. Maaf kalau ada salah-salah di pesan ini, aku nangis sejadi-jadinya sampe hampir nggak bisa lihat.

+9

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar