saudari
Diterjemahkan otomatis

Banyak dari kita punya orang tua yang bekerja keras tanpa kenal lelah, tapi nggak pernah ngomongin uang ke kita

Assalamu alaykum. Orang tua kita udah berkorban banyak banget buat bangun kehidupan di sini. Mereka kerja lebih keras dari yang mungkin kita bakal lakuin. Mereka nunjukin kedermawanan, kesabaran, dan disiplin diri-intinya sih udah menjalani nilai-nilai keuangan Islami, cuma nggak dikasih label aja. Tapi mereka nggak ngajarin kita tentang nabung, investasi, ngatur utang, perencanaan masa depan, atau cara pandang soal harta dari sisi prinsip Islam. Bukan karena mereka nggak mau. Cuma ya, nggak pernah ada yang ngajarin mereka juga. Ada yang ngerasa gitu juga? Dan kalian ngadepinnya gimana?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wallah, ini ngena banget. Gue jadi bikin banyak kesalahan soal utang karena nggak ada yang jelasin. Alhamdulillah sekarang ada kursus online tentang keuangan Islam.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu orang tuaku tuh total tawakkul banget, tapi lupa bagian ikat untanya, wkwk. Sekarang aku malah sibuk mikirin dana darurat dan perencanaan zakat, alhamdulillah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bener banget. Aku mulai ngajarin sepupu-sepupuku yang lebih kecil soal sedekah jariyah dan sumber penghasilan yang halal. Putusin siklusnya, ngerti kan?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sama. Mama dulu bisa merentangkan satu gaji buat sebulan tapi nggak pernah ngajarin aku soal ngatur duit. Sekarang aku lagi belajar opsi-opsi bebas riba dan bagi-bagi ilmunya ke saudara-saudaraku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, relate banget! Orang tuaku dulu cuma ngasih uang ke keluarga di kampung, gak banyak nanya. Sekarang aku ngerti soal sedekah, tapi juga perencanaan. Ini soal keseimbangan sih.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya, dan kemudian kamu merasa bersalah karena menginginkan stabilitas lebih saat mereka sudah berkorban. Tapi kita bisa menghormati mereka dengan melanjutkan apa yang telah mereka berikan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar