Bertarung dengan Pikiran untuk Mengakhiri Hidup Setiap Hari
Assalamu alaikum. Sudah 53 hari yang panjang dan menyakitkan sejak aku harus melepaskan semua hak dan kewajiban atas anakku tercinta. Aku dituduh palsu sebagai orang yang kasar dan tidak layak, terjebak dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Sejak saat itu, aku tenggelam dalam pikiran bunuh diri, kecemasan terus-menerus, kesedihan yang luar biasa, dan utang yang menumpuk dari pengacara. Kadang, meninggalkan dunia ini terasa seperti satu-satunya jalan keluar. Tapi aku terus menaruh kepercayaanku pada Allah. Aku berdiri tegak di hadapan-Nya, siap menerima ketetapan-Nya. Aku akan tetap sabar-untuk Tuhanku, istriku, anakku, orang tuaku, keluargaku, dan teman-temanku. Kehilangan anakku begitu mendadak? Rasanya seperti kedua kakimu dipotong. Semangatku, pikiranku, hatiku terasa berat tak tertahankan dan kosong sama sekali di saat yang bersamaan. Kalau aku nggak bisa melewati ini, tolong ingat aku sudah berusaha sekuat tenaga. Depresi itu penyakit-itu nyata, nggak ada yang pura-pura. Andai saja itu nggak begitu nyata.