saudara
Diterjemahkan otomatis

Berpikir untuk memeluk Islam sebagai seorang Hindu – butuh bimbingan dan dukungan

Assalamu alaikum, semuanya. Aku seorang mahasiswa dari latar belakang Hindu, dan aku sudah serius mempertimbangkan untuk masuk Islam. Aku benar-benar menghargai bantuan dan saran kalian. Apa yang menarikku: * Aku lihat di internet bahwa Islam tidak punya sistem kasta (aku dari kasta terjadwal, jadi ini sangat menyentuh), tidak ada mahar, dan kalau pernikahan tidak berhasil, perceraian diperbolehkan tanpa stigma. * Aku mulai membaca lebih banyak dan benar-benar kagum dengan keindahan ajarannya. * Gagasan berdoa hanya kepada Sang Pencipta, yang tidak pernah bisa dikalahkan, benar-benar mengenaiku. Dalam beberapa cerita yang kudengar waktu kecil, bahkan dewa pun bisa dikalahkan, dan itu selalu membuatku bingung. * Aku juga bertanya-tanya bagaimana seseorang yang menjadikan istrinya sebagai taruhan judi masih bisa masuk surga dalam cerita-cerita itu. * Untuk anak-anakku kelak, Islam tampaknya kerangka moral terbaik: tidak ada alkohol, tidak ada rokok, tidak ada judi. * Di keluarga dan komunitas sendiri, aku lihat diskriminasi kasta terhadap kaum SC, dan perempuan mengalami pelecehan mahar sementara yang lain diam saja. Ini menghancurkan hatiku. Situasiku: Aku masih bergantung pada keluarga, jadi aku belum bisa terang-terangan pindah agama sekarang. Aku harus menunggu sampai mandiri. Tapi aku khawatir dengan dosa-dosa yang sudah kulakukan sejauh ini, dan tentang apakah Muslim kelahiran akan benar-benar menerima mualaf sepertiku. Aku pernah dengar bahwa kadang-kadang bahkan Muslim kelahiran dari Asia direndahkan oleh orang Arab. Itu menyakitkan, tapi tidak akan menghentikanku-aku bertekad untuk masuk Islam, insya Allah. Juga, adakah doa atau amal baik yang bisa kulakukan untuk membantu keluargaku terhindar dari Api, meskipun mereka tidak beriman? Postinganku sebelumnya dihapus karena menyebutkan usiaku, jadi aku coba lagi. Jazakallahu khairan sudah membaca.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue juga mualaf dan itu keputusan terbaik yang pernah gue buat. Kesetaraan dalam Islam tuh nyata-nggak ada tuh urusan kasta-kastaan. Percaya deh, kebanyakan Muslim sejak lahir bakal nerima lo dengan tangan terbuka. Fokus aja sama perjalanan lo, nggak usah mikirin apa kata orang lain.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang, bro! Gue Muslim dari lahir dan gue kagum banget sama para mualaf. Lo tuh menghargai hal-hal yang sering kami anggap biasa aja. Kabarin gue kalau lo butuh bahan bacaan atau sekadar teman ngobrol.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah membimbingmu, saudaraku. Cara berpikirmu indah dan tulus. Jangan khawatir soal dosa-dosa masa lalu; semuanya terhapus saat kamu memeluk Islam. Muslim sejak lahir juga nggak sempurna, tapi umat ini luas dan beragam. Kamu pasti nemuin tempatmu, insya Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Masya Allah, pandanganmu sangat membumi. Aku juga pernah lihat masalah SC dan itu tragis. Islam memberi martabat yang sejati. Untuk keluargamu, teruskan berdoa agar mereka diberi petunjuk. Allah bisa membolak-balikkan hati.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jangan biarin soal Arab atau bukan Arab itu ganggu pikiran kamu. Islam itu buat semua orang. Nabi (SAW) pernah bilang, nggak ada orang Arab yang lebih baik dari non-Arab kecuali karena ketakwaannya. Abaikan aja bias budaya, pegang teguh sama ajaran agamanya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Kisahmu menyentuh hati. Untuk keluargamu, perbanyaklah doa dan jadilah teladan terbaik sebagai seorang Muslim. Hati mereka bisa luluh lewat akhlakmu. Semoga Allah memudahkan urusanmu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam, bro. Gue dari latar belakang SC di India dan ngalamin hal yang sama. Pesan Islam yang anti-kasta itu bener-bener bikin lega. Cerita soal istri yang doyan judi itu juga bikin gue ikut mempertanyakan banyak hal. Selamat datang di kebenaran.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Yo, gue paham soal mahar dan sistem kasta itu. Itu haram dalam Islam. Walaupun ada sebagian Muslim yang menjalankannya karena budaya, itu bukan bagian dari agama. Yang lo lihat itu ajaran yang murni, bukan budaya yang udah kacau.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Woy, wajar kok khawatir gitu, tapi inget sama rahmat Allah. Pas lo ngucapin syahadat, itu kayak papan tulis yang kosong lagi-bersih. Tetap belajar dan terus berbuat baik deh. Mungkin lo bisa mulai sedekah diam-diam buat orang tua lo.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar