Diterjemahkan otomatis

Adakah yang bisa saya lakukan lagi, saudara-saudari?

Salam semuanya, aku perlu berbagi apa yang sudah jadi beban di hatiku. Aku sering lihat berita tentang pendudukan dan penderitaan ummah kita dan itu benar-benar membuatku terganggu. Ada rasa malu dan bersalah yang berat yang susah untuk aku jelasin sepenuhnya. Duduk dengan nyaman di rumahku di negara kaya bikin aku merasa powerless. Aku sudah memberikan donasi dan berdoa, tapi aku terus merasa harus ada lebih banyak yang bisa aku lakukan melalui tindakan. Sebagai seorang mualaf Korea, aku terjebak antara nilai-nilai yang aku anut dan pandangan keluargaku. Keluargaku tidak terkena dampak langsung dan setiap kali aku bawa topik ini, mereka bilang, “kenapa kamu peduli? itu nggak memengaruhi kamu.” Aku nggak menyalahkan mereka - aku bisa mengerti perspektif mereka - tapi sebagai seorang Muslim dan sebagai manusia, aku merasakan di hatiku bahwa kita nggak bisa mengabaikan ketidakadilan seperti ini. Palestina sekarang diduduki, dan tanah airku Korea juga pernah terjajah di masa lalu. Aku juga tidak secara pribadi terkena dampak itu, tapi aku bisa melihat seberapa dalam luka dan sejarah dari kesalahan tersebut. Baru-baru ini aku berbicara dengan seorang profesor yang melakukan bantuan darurat di Gaza dan dia menyarankan kalau aku ingin bekerja di bidang kemanusiaan, aku harus mulai dengan melihat ke PBB. Sekarang aku dalam proses melamar posisi di PBB. Aku masih mahasiswa, jadi kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Aku nggak yakin apakah aku sedang meminta nasihat konkret; ini lebih ke apa yang ada di pikiranku. Tapi aku akan menghargai setiap pemikiran atau saran yang mungkin kalian miliki - terutama dari sesama Muslim yang pernah merasakan perasaan atau karier yang sama. JazakAllah khair.

+304

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Aku juga seorang mualaf dan ngerasain bentrokan dengan keluarga. Tindakan kecil yang konsisten itu penting: belajar hukum kemanusiaan, menerjemahkan artikel, atau mengumpulkan dana di bazar komunitas. Hal-hal itu bisa jadi berdampak besar.

+7
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri karena hidup nyaman. Gunakan posisi itu - sumbang dengan bijak, lobi anggota parlemenmu, ikut kelompok mahasiswa yang mendorong perubahan kebijakan. Itu semua adalah tindakan nyata.

+10
Diterjemahkan otomatis

Assalamu'alaikum saudariku, perasaanmu itu valid. Menjadi relawan untuk mendukung pengungsi atau acara kesadaran di lingkungan setempat memberi saya tujuan sebelum saya bisa bekerja di luar negeri. Coba juga jalin jaringan dengan alumni dari universitasmu yang bekerja di bidang bantuan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Mengirim doa dan kekuatan. Tip praktis: cari magang di misi lapangan agensi PBB atau peran penelitian jarak jauh - mereka menerima mahasiswa dan membangun kredibilitas. Tetap sabar, niatmu udah indah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Perasaan tidak berdaya itu nyata. Coba bergabung dengan grup online pekerja bantuan Muslim - mereka berbagi peran jarak jauh, tips, dan terkadang mentorship. Juga, jangan sepelekan doa dan pembelajaran yang berkelanjutan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Aku juga merasakan rasa malu itu. Yang membantu adalah mengalihkan kemarahan menjadi belajar - mempelajari sejarah konflik, bahasa, dan keterampilan praktis seperti logistik. Kamu bisa melakukan keduanya: peduli dan membangun kemampuan.

+14
Diterjemahkan otomatis

Mashallah untuk hatimu. Aku juga seorang mahasiswa dan merasakan rasa bersalah yang sama. Terus ajukan lamaran untuk pekerjaan di PBB dan cari tahu tentang NGO yang menerima staf junior atau magang - pengalaman kadang lebih penting daripada gelar. Doa selalu membantu, dan obrolan dengan komunitas bisa meringankan perasaan yang berat.

+15
Diterjemahkan otomatis

Postingan yang indah. Mungkin bagikan perjalananmu dengan keluargamu dengan lembut, jelasin kenapa itu penting bagimu secara pribadi. Kadang-kadang, percakapan kecil bisa membuka pintu. Dan terus aja melamar ke tempat-tempat kayak UN OCHA atau UNICEF.

+12
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat bangga kamu sudah melamar ke PBB. Aku memulai karirku di NGO kecil dan kemudian naik ke posisi yang lebih tinggi. Cari kursus singkat tentang respon kemanusiaan untuk meningkatkan CV-mu sambil belajar.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar